Robot Intelektual
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Tak terlalu banyak lagi yang minat pada Fakultas Kehutanan, Pertanian, Perikanan dan Kelautan di Samarinda. Padahal sudah jelas Kalimantan Timur memiliki 6 juta hektar hutan terdegradasi. Kawasan perairan dan lautnya pun memiliki potensi sumber kehidupan penting bagi rakyat. Belum termasuk ribuan hektar sawah dan ladang yang digusur kepentingan tambang, kehutanan dan perkebunan besar.
Menjadi guru lebih diminati. Atau menjadi ekonom. Atau malah menjadi seorang ahli informatika. Guru menjadi sebuah pekerjaan yang lebih menggiurkan masa depannya. Jaminan 20% dana pendidikan dilihat sebagai sebuah ruang keberlanjutan gaji. Ekonom dipandang sebagai sebuah ruang bebas yang dapat menyentuh berbagai industri. Ahli informatikan pasti juga akan bisa bekerja dimana saja, paling tidak mendirikan warung informasi.
Robot intelektual sedang diproduksi. Sebuah chip ditanamkan di kepala generasi negeri. Remote control dipegang penguasa tak bermoral. Kehancuran sedang menghantui negeri yang berlimpah kekayaan alam di saat menjelang 61 tahun memerdekakan dirinya. Cita-cita pergerakan kemerdekaan telah jauh dilupakan. Hingga nama mereka yang mendorong kelahiran negera bernama Indonesia pun telah dihapus dari catatan di buku sejarah negeri ini. Memang indah hidup di negeri yang selalu lupa.
tak penting robot intelektual !











Wadah bamamay