rugi besar kok masih mau?

6 September 2009 | celoteh oleh

Sep
06

kalo saya sih, nggak mau dengan penawaran investor untuk freeway itu, terlalu besar kerugian bagi kita” ujar seorang pekerja pelayan publik.

tak terlalu sulit untuk menemukan komentar yang tak serupa dari pekerja dalam kantor pemerintahan. tak terlalu aneh juga, ketika kemudian tak pernah mereka di dengar. sistem bernegara hari ini, cenderung untuk meninggalkan warga negara untuk didengarkan. maka tak terlalu asing juga, bila kemudian banyak proyek pembangunan yang justru tak memberikan manfaat bagi publik.

rencana pembangunan tak pernah terdiskusikan di warung kopi, ataupun dalam kelompok arisan maupun pengajian. hanya ada perbincangan antara perusahaan yang akan berupaya meraih proyek dan menghitung bagi hasil dari proyek yang dilakukan.

rencana pembangunan pun cenderung tertutup. hanya perbincangan antar aparat pemerintah. walau kemudian konstitusi secara tegas memandatkan adanya proses mufakat dalam berkehidupan di tanah ini.

begitu banyak kerugian yang diderita publik akibat proses pembangunan, tak pernah dimasukan dalam hitungan penganggaran pembangunan. bila dihitung, bisa jadi defisit pembangunan yang muncul. dalam sebuah kabupaten yang anggaran publiknya terbesar di negeri ini, tercatat tingkat angka kemiskinan tertinggi pula di negeri ini. sebuah potret kontras dari pembangunan.

kecerdasan dan keberpihakan pemimpin pelayan publik sangat diuji untuk mengkreatifkan sistem kerjanya, agar kemudian lima tahun tak menyisakan delapan tahun di balik jeruji, ataupun puluhan tahun bencana ekologi yang mampir di pekarangan villa.

benih-benih keberanian harus ditumbuhkan dari anak negeri. jiwa-jiwa kritis-kreatif harus kembali lahir. perlahan, bukan untuk tahun mendatang. sepuluh tahun mendatang, negeri ini harus mencapai cita kemerdekaannya. kejahteraan anak negeri harus telah tercapai. bukan lagi kelaparan di tanah yang melimpah ruah kekayaan alamnya. atau bisa jadi, kolaps akibat runtuhnya ekosistem yang akan terjadi.

dan negeri ini hanya akan tercatat pada mesin pencari sebagai negeri yang pernah ada dengan wilayah luas dan penduduk yang banyak. dan kemudian peta akan mengapuskannya dari jajaran kepulauan surga dunia. mari memilih, untuk terus diam ataukah kembali tidur panjang.

pada rugi besar !



Artikel ini dapat dikutip ataupun diperbanyak dengan tetap menyebutkan sumbernya :


Ade Fadli. 2009. rugi besar kok masih mau?. http://timpakul.web.id/rugi-besar-kok-masih-mau.html (dikutip tanggal 4 February 2012)



-- timpakul.web.id - @timpakul



Ditulis oleh

lahir dan besar di tepi karangmumus. berceloteh dengan negativisme dan pesimis. berjalan menuju berakhirnya sang waktu.

2 ikung mahalabiu gasan “rugi besar kok masih mau?”

Show / Hide Comments
  1. soulharmony says:

    salam kenal dari kalsel

Bekomen yukz