samarinda-kekacauan-sampah-macet-jorok
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
disini, di samarinda, setiap hari aku dihadapkan dengan kekacauan. sampah, lalu lintas (tau gak, di samarinda sekarang yang namanya macet sudah jadi kewajiban?), ketidakdisiplinan, perilaku jorok. [panthom]
Samarinda, kekacauan, sampah, macet, jorok. Sepertinya kata-kata ini tidak pernah berlepasan. Saling berkaitan. Saling berkesesuaian. Samarinda bukan lagi seperti sebuah ibukota. Kalimantan Timur memang agak aneh. Balikpapan dikarenakan posisinya, semakin menjadi sebuah kota metropolis yang ditumbuhi oleh hutan mal. Samarinda hanya berhamburkan air, debu dan api.
Menapaki kehidupan di kota yang dihidupi oleh hutan (kayu dan industrinya), sangatlah menjemukan. Tak ada yang peduli dengan kota, karena ini adalah kota antara yang menjadi persinggahan sementara. Jasa, menjadi utama, mulai dari jasa penginapan hingga jasa perbadanan.
Inilah Samarinda. Di tepi karang mumus, aku dilahirkan, sebuah sungai hitam kelam penggambaran kehidupan mereka yang pernah pertama kali menjejakkan kakinya di kota yang penuh kekacauan ini.











Wadah bamamay