satwa kehidupan

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (1 votes, average: 2 out of 5)
Loading ... Loading ...

Beberapa spesies satwa mungkin tidak akan dapat bertahuan hidup tanpa campur tangan manusia tapi bukan berarti mereka selalu akan lestari dan hidup sejahtera dengan campur tangan manusia. Dalam memelihara, merawat satwa liar hal yang paling utaman adalah harus memahami kebutuhan dan perilaku spesies satwa.

Peran manusia sebagai pihak yang dianugerahi kelebihan dibandingkan satwa menjadi penting untuk menjaga keberlanjutan keberadaan satwa. Para pegiat pelestarian satwa juga harus memahami hubungan ekosistem, sehingga dapat memandang lebih komprehensif terhadap kepentingan pelestarian satwa. Tidak semata berbicara kelestarian satwa lalu kemudian mengabaikan kepentingan sosio-kultur komunitas lokal. Satwa akan menjadi lestari bila pemahaman keseimbangan ekosistem dimiliki oleh sebagian besar manusia yang berinteraksi di dalamnya.

Hanya Tuhan yang akan tahu hingga kapan kehidupan di permukaan bumi ini akan tetap dapat berlangsung. Manusia sebagai pihak yang menjalani sebuah skenario kehidupan hanya mampu berusaha seolah untuk memperpanjang usia bumi bagi keberlanjutan kehidupannya. Bencana ekologi yang merupakan pertanda awal bagi kehancuran yang lebih besar akan semakin kerap terjadi, bilasaja manusia tetap melakukan pengrusakan di berbagai wilayah di Bumi ini.

Alam telah menyediakan ruangnya bagi keberlanjutan kehidupan seluruh manusia di sekitarnya. Alam tidak akan pernah mampu memperbaiki dirinya apabila kecepatan pengrusaknya telah melampaui kemampuan alam memperbaiki alam. Ruang keberlanjutan kehidupan dalam sebuah kedamaian dan kenyamanan bagi manusia sangat ditentukan oleh sikap manusia itu sendiri. Sudah saatnya meletakkan sebuah cermin di hadapan diri kita sebagai tempat untuk bertanya “apakah yang saya lakukan hari ini akan mengakibatkan kesengsaraan bagi mereka dan generasi setelah saya?”

tak penting satwa kehidupan !

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>