berang-berang: berebut ruang kehidupan
By timpakul • 12 Jun 2006 • Category: celoteh [
] -
359 dilihat
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Berang-berang [Amblonix (Aonyx) cinerea]. Satwa yang sangat rajin membangun bendungan. Bahkan ada yang menyatakan sebagai insinyur pembuat bendungan. Juga pernah ditemukan mamalia serupa dengannya di jaman jurasic. Pada waktu lalu, bulu berang-berang dimanfaatkan untuk membuat topi anti air, selain juga castoreum ? produk kelenjar pantat berang-berang ? yang digunakan karena orang percaya mengandung obat-obatan.
Awalnya tak begitu tertarik dengan satwa ini. Berang-berang, menjadi nama panggilan kepada seorang kawan perempuan yang dalam proses ber-reinkarnasi dan sedang belajar berenang. Ternyata, berang-berang menjadi hama bagi petambak pada sebuah kampung? di Kutai Timur.
Ini kejadian yang tidak berbeda, ketika gajah masuk kampung di Nunukan, orangutan dan beruang berekspansi ke kebun di Kutai Timur dan Berau, juga ketika Harimau mencari makan ke kampung di Sumatera. Hilangnya pakan bagi satwa di habitatnya, telah menjadikan satwa keluar dari habitatnya, selain juga karena habitatnya telah direbut oleh manusia. Perebutan ruang kehidupan telah terjadi antara satwa dan manusia.
Dalam sebuah pembelajaran tata ruang, seorang akademisi membuat sebuah pertanyaan.
Kalau ada orangutan masuk ke kebun seseorang, dan seseorang tersebut kemudian berkelahi dengan orangutan, sebagai orang (tidak saling mengenal) yang sedang juga berada disana, mana yang akan ditolong. Orangutan atau manusia?
Sebuah pertanyaan sederhana, namun kemudian melahirkan perdebatan yang tidak sebentar. Ada yang mengatakan, selamatkan orangutannya karena dia satwa dilindungi. Juga ada yang mengatakan, manusianya yang harus diselamatkan, karena orangutannya telah bersalah masuk ke kebun manusia. Perdebatan seperti ini akan terus berlangsung, tak berhenti. Hingga (mungkin) disaat orangutan dan manusia telah lelah berkelahi memperebutkan ruang berkehidupannya.
Satu ungkapan terakhir dari akademisi tersebut. Harusnya yang lebih diselamatkan adalah orangutannya, karena manusia bisa berpikir dan mengembangkan pikirannya, sedangkan orangutan tersebut belum memiliki kemampuan sebagaimana yang dimiliki oleh manusia dalam bertahan di kehidupan.
Tak penting menyelamatkan manusia !
Random Posts
timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul




saya akan bela si monyet, dan kemudian memperbaiki habitatnya agar dia ga lagi menyerang manusia.
Beaver bikin bendungan (rumah), Otter (berang-berang) tidak.
Kapan main ke Bogor lagi ….
aku mau nolongin manusianya saja. soalnya sama-sama manusia.