mutasi virus: pertukaran yang adil
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Flu burung. Lebih satu bulan menjadi berita utama media Indonesia. Hingga saat ini masih menjadi sebuah kenyataan yang menakutkan bagi sebagian masyarakat. Minimnya informasi, ketidaksiapan penanganan, hingga belum tersedianya penangkal maupun zat penyembuh. Komputer pun telah tertular. Diperlukan tak kurang $100 juta untuk mengatasinya di Asia Tenggara. Kabar terakhir, sang virus telah bermutasi.
Satwa. Secara alami memiliki kandungan penyakit. Ebola [w]. Menjadi heboh di dua puluhan tahun yang lalu. Ditularkan dari sejenis primata ke tubuh manusia yang akhirnya menjadi sangat berakibat pada tubuh manusia. SARS. Sindrom pernapasan akut, menggelegar di awal 2000-an. AIDs. Bukan tidak mungkin diedarkan dengan cara yang sama. Pada 2003 diperkirakan 60 juta manusia ter-infeksi HIV, dan tiap hari sekitar 14.000 orang di dunia terinfeksi oleh HIV.
Hepatitis. Penyakit hati. Ditemukan pada setiap satwa yang masuk pusat rehabilitasi satwa, terutama jenis primata besar. Bahkan 60% satwa yang mati di pusat rehabilitasi diindikasikan akibat hepatitis. Tak ada yang mengungkap. Informasi lain adalah telah empat (4) orang pekerja pusat rehabilitasi telah positif tertular hepatitis. Dan karena 97% DNA satu jenis satwa mirip dengan manusia, maka dia dijadikan “alat ujicoba” bagi jenis obat-obatan yang baru dibuat oleh pabrik farmasi. Jenis pakan diteliti. Tempat hidup digeledah. Setelah berhasil, barulah vaksin ataupun obat dijual ke publik, sementara semakin banyak nisan-nisan satwa dibangun atas nama penyelamatan satwa.
Satwa. Menularkan ke manusia. Virus bermutasi. Menularkan ke satwa. Virus bermutasi. Menularkan ke manusia. Berulang. Menjadi virus baru. Menyebar. Sebuah pertukaran yang adil antara manusia dan satwa. Antara yang menghilangkan tempat kehidupan dengan yang dihilangkan tempat kehidupan. Sementara, satwa musnah, perusahaan farmasi semakin kaya, rakyat Indonesia terpaksa mengemis obat-obatan yang sebenarnya begitu mudahnya ditemukan di-hutan-nya…. tapi itu di masa lalu!











Wadah bamamay