sawit perbatasan: antara kesejahteraan dan kepentingan politik
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
pembangunan sawit di perbatasan Kaltim dengan Malaysia di sepanjang 1.038 km telah menjadi sebuah isu publik. pro-kontra. sebuah kondisi dimana kepentingan politik mengintervensi kondisi kelokalan. argumentasi ilmiah tak lagi menjadi sebuah acuan dalam hal-hal seperti ini.
bersama dengan kawan-kawan, coba untuk membedah lebih dalam tentang per-politik-an sawit perbatasan ini. tak hanya aktor lokal, bahkan aktor internasional sangat memainkan perannya. tak dipungkiri ada sebuah keterikatan kuat terhadap sebuah pola penjajahan gaya baru. memang tak dipungkiri, malaysia lebih lincah bermain. kepentingan modal sangat licin bagai minyak sawit. pemerintah tergiur akan nilai mata uang. sementara di sepanjang perbatasan, sangat jauh dari akses transportasi ke Indonesia, serta terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan.
haruskah sawit perbatasan sebagai solusi disaat pendapatan asli daerah Kaltim yang hampir mencapai satu triliun rupiah? apakah sebuah investasi menjadi jawabannya disaat APBD Kaltim melebihi angka tiga triliun rupiah? apakah masih penting saat ini menggadaikan tanah untuk kepentingan negara asing? mestikah terus terjajah?








betul.