<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Memimpikan Kesejahteraan dari Kelapa Sawit</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Sat, 19 Jul 2008 14:56:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
		<item>
		<title>By: chipink</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8674</link>
		<dc:creator>chipink</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Jun 2008 12:44:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8674</guid>
		<description>ayo ribut-ribut sawit..
pasti liat sukses tetangga sebelah.
Ngekor aja kerjaannya, ga seluruh wilayah indonesia cocok.
beras aja ditolak di papua (dan akan dipaksakan). Tuh negeri tetangga udah punya mainan baru, nipah dan aren namanya. Ntar klo negeri tetangga ntar sukses di mainan baru, nyontek lagi ya..
Hidup nyontek, hidup bangsa pinter.. (pinter dikadalin..)..
Ga usah deh pikirin tempat berpijak..
Susu ibu diperah, hati ibu ditusuk...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ayo ribut-ribut sawit..<br />
pasti liat sukses tetangga sebelah.<br />
Ngekor aja kerjaannya, ga seluruh wilayah indonesia cocok.<br />
beras aja ditolak di papua (dan akan dipaksakan). Tuh negeri tetangga udah punya mainan baru, nipah dan aren namanya. Ntar klo negeri tetangga ntar sukses di mainan baru, nyontek lagi ya..<br />
Hidup nyontek, hidup bangsa pinter.. (pinter dikadalin..)..<br />
Ga usah deh pikirin tempat berpijak..<br />
Susu ibu diperah, hati ibu ditusuk&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: triyanto</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8649</link>
		<dc:creator>triyanto</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 06:41:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8649</guid>
		<description>Denmas Grundel:

Harga per kapling untuk kebun tahun tanam 2002 saat ini sekitar Rp. 40jt (kalimantan), kalau di Lampung Rp 55jt, dan daerah lain saya kurang paham. Kalau boleh tahu itu daerah mana? ikut perusahaan apa?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Denmas Grundel:</p>
<p>Harga per kapling untuk kebun tahun tanam 2002 saat ini sekitar Rp. 40jt (kalimantan), kalau di Lampung Rp 55jt, dan daerah lain saya kurang paham. Kalau boleh tahu itu daerah mana? ikut perusahaan apa?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: grundel</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8647</link>
		<dc:creator>grundel</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 14:21:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8647</guid>
		<description>Dear all...
saya baru saja ditawari rekan saya untuk membeli kebun sawit plasma (usia sawit 6 tahun) dengan harga perkaling @ Rp.10 juta.Tetapi harga sebenarnya kata teman saya ini adalah Rp. 75 juta.dengan catatan bahwa untuk menutup kekurangannya di potong setiap kali panen sebesar 30 %.Pada kesempatan ini saya ingin tanya pada rekan2 yg ahli perkebunan sawit plasma, bahwa hal-hal apa lagi yg menjadi kewajiban saya seandainya saya jadi membeli kebun tsb??
atas bantuan dan jawabannya terima kasih.....
Email: &#103;&#105;br&#97;n&#97;&#114;ifi&#110;&#64;&#121;&#97;ho&#111;.&#99;&#111;.i&#100;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear all&#8230;<br />
saya baru saja ditawari rekan saya untuk membeli kebun sawit plasma (usia sawit 6 tahun) dengan harga perkaling @ Rp.10 juta.Tetapi harga sebenarnya kata teman saya ini adalah Rp. 75 juta.dengan catatan bahwa untuk menutup kekurangannya di potong setiap kali panen sebesar 30 %.Pada kesempatan ini saya ingin tanya pada rekan2 yg ahli perkebunan sawit plasma, bahwa hal-hal apa lagi yg menjadi kewajiban saya seandainya saya jadi membeli kebun tsb??<br />
atas bantuan dan jawabannya terima kasih&#8230;..<br />
Email: <a href="&#109;&#97;ilto&#58;gibr&#97;n&#97;&#114;i&#102;&#105;&#110;&#64;&#121;ahoo.c&#111;&#46;i&#100;">&#103;&#105;b&#114;a&#110;arif&#105;&#110;&#64;ya&#104;o&#111;&#46;&#99;o&#46;i&#100;</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kavung</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8642</link>
		<dc:creator>kavung</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 06:38:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8642</guid>
		<description>To. Orang hutan
Info anda benar terkadang masyarakat pedalaman tidak paham dengan apa yang kita sampaikan, sebagai aktivis kadang sedih mendengar cerita teman2 lapangan tanah tempat mencari nafkah di tuker sama barang yang tak berguna belum lagi uang yang tidak seberapa beli minyak sama gula dah ludes, kapan masyarkat kita mau mengerti, mereka maunya melihta hasil yang nyata padahal apa yang kita lakukan adalah nyata kita tidak mau mereka kehilangan tempat mereka mencari nafkah 

Buat timpakul salam kenal, thank

kavungs last blog post..&lt;a href="http://kavung.com/2008/05/25/menuju-kt-1/" rel="nofollow"&gt;Menuju KT 1&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To. Orang hutan<br />
Info anda benar terkadang masyarakat pedalaman tidak paham dengan apa yang kita sampaikan, sebagai aktivis kadang sedih mendengar cerita teman2 lapangan tanah tempat mencari nafkah di tuker sama barang yang tak berguna belum lagi uang yang tidak seberapa beli minyak sama gula dah ludes, kapan masyarkat kita mau mengerti, mereka maunya melihta hasil yang nyata padahal apa yang kita lakukan adalah nyata kita tidak mau mereka kehilangan tempat mereka mencari nafkah </p>
<p>Buat timpakul salam kenal, thank</p>
<p>kavungs last blog post..<a href="http://kavung.com/2008/05/25/menuju-kt-1/" rel="nofollow">Menuju KT 1</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Didi</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8632</link>
		<dc:creator>Didi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 12:20:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8632</guid>
		<description>Salam semua.
Saya sekarang ada di Yogya. Beberapa bulan yg lalu sy berkenalan dengan Pak Warsidi yg bergerak dalam bidang pertanian, khususnya pengembangan teknologi kerakyatan dalam pembuatan pupuk dan pakan organik. Menurut teori beliau, umur alamiah sawit bisa sampai 50 atau 60-an tahun. Kalo ini benar, ini berita gembira krn bs menekan biaya replanting kebun. berarti jg kebun sawit layak dijadikan warisan ke anak cucu :-) Tinggal dicari aja teknologi utk membuat sawit tetap produktif sampai masa tuanya (penggunaan pupuk organik yg tepat) dan dapat dibatasi ketinggiannya. Sementara utk pembusukan akar sawit yg sudah tua dapat dibantu dgn mikroba yg sering dipakai dalam pembuatan pupuk organik. Tinggal mencari mikroba apa yg sesuai utk itu. Beliau jg menyarankan utk menjaga kesuburan lahan sawit, pelepah atau daun sawit yg dipangkas dimasukkan ke dalam tanah kebun dengan dicampur mikroba yg tepat utk mengurai protein yg tinggi yg dikandung pelepah sawit tsb agar menjadi pupuk (NPK? sy tdk begitu paham ;-( ). Cara lain utk menjaga kesuburan, petani sawit seyogyanya punya ternak (kambing atau sapi atau kerbau) yg dilepaskan di dalam kebun utk mensuplai pupuk kandang ke dalam tanah kebun.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam semua.<br />
Saya sekarang ada di Yogya. Beberapa bulan yg lalu sy berkenalan dengan Pak Warsidi yg bergerak dalam bidang pertanian, khususnya pengembangan teknologi kerakyatan dalam pembuatan pupuk dan pakan organik. Menurut teori beliau, umur alamiah sawit bisa sampai 50 atau 60-an tahun. Kalo ini benar, ini berita gembira krn bs menekan biaya replanting kebun. berarti jg kebun sawit layak dijadikan warisan ke anak cucu <img src='http://timpakul.hijaubiru.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Tinggal dicari aja teknologi utk membuat sawit tetap produktif sampai masa tuanya (penggunaan pupuk organik yg tepat) dan dapat dibatasi ketinggiannya. Sementara utk pembusukan akar sawit yg sudah tua dapat dibantu dgn mikroba yg sering dipakai dalam pembuatan pupuk organik. Tinggal mencari mikroba apa yg sesuai utk itu. Beliau jg menyarankan utk menjaga kesuburan lahan sawit, pelepah atau daun sawit yg dipangkas dimasukkan ke dalam tanah kebun dengan dicampur mikroba yg tepat utk mengurai protein yg tinggi yg dikandung pelepah sawit tsb agar menjadi pupuk (NPK? sy tdk begitu paham ;-( ). Cara lain utk menjaga kesuburan, petani sawit seyogyanya punya ternak (kambing atau sapi atau kerbau) yg dilepaskan di dalam kebun utk mensuplai pupuk kandang ke dalam tanah kebun.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Didi</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8629</link>
		<dc:creator>Didi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 May 2008 00:35:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8629</guid>
		<description>Salam semua,
Sekilas info (mungkin udah pada tahu ;) )
Bulan April sy main ke Lembah Hijau, Solo, Jawa Tengah. Tempat peternakan sapi dan pengembangannya. Bermotto "no-waste farming". Orang di farm itu bilang kalo mereka iri dengan org sumatra yg punya banyak sawit. karena pakan sapi bisa dibuat dari daun/pelepah sawit. Jadi bisa dapat pakan gratis untuk beternak sapi. 
Makasih, Mas Timpakul.
Salam, Didi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam semua,<br />
Sekilas info (mungkin udah pada tahu <img src='http://timpakul.hijaubiru.org/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> )<br />
Bulan April sy main ke Lembah Hijau, Solo, Jawa Tengah. Tempat peternakan sapi dan pengembangannya. Bermotto &#8220;no-waste farming&#8221;. Orang di farm itu bilang kalo mereka iri dengan org sumatra yg punya banyak sawit. karena pakan sapi bisa dibuat dari daun/pelepah sawit. Jadi bisa dapat pakan gratis untuk beternak sapi.<br />
Makasih, Mas Timpakul.<br />
Salam, Didi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8608</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 06:45:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8608</guid>
		<description>#fadli: sampai saat ini dari jutaan hektar perijinan, baru 10% yang melakukan penanaman. untuk pengambilan lahan, dilakukan dengan pola persuasif, yaitu negosiasi harga, yang bilamana gagal, pendekatan kekerasan dan penggunaan aparat dilakukan. konflik lahan masih terjadi di berbagai wilayah di Kaltim. dan proses negosiasinya dilakukan dengan tanpa keadilan, yang akhirnya komunitas lokal "dipaksa" menyerahkan kawasannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#fadli: sampai saat ini dari jutaan hektar perijinan, baru 10% yang melakukan penanaman. untuk pengambilan lahan, dilakukan dengan pola persuasif, yaitu negosiasi harga, yang bilamana gagal, pendekatan kekerasan dan penggunaan aparat dilakukan. konflik lahan masih terjadi di berbagai wilayah di Kaltim. dan proses negosiasinya dilakukan dengan tanpa keadilan, yang akhirnya komunitas lokal &#8220;dipaksa&#8221; menyerahkan kawasannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Fadli</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8607</link>
		<dc:creator>Fadli</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Apr 2008 06:08:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8607</guid>
		<description>Mas Timpakul..,
Kalau liat diskusi yang ada saat ini, perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu momok yang sangat mengerikan karena dibarengi dengan adanya pembukaan lahan, yang tentunya akan mempengaruhi keseimbangan alam lewat hutannya. selain hal tersebut banyak persoalan yang ada didalamnya salah satu diantaranya dampak ekologis dari perkebunan kelapa sawit yang sudah dipaparkan dalam blog ini. Dalam diskusi ini juga terpapar mengenai kesejahteraan petani dari adanya aktifitas perkebunan sawit yang menurut mas Timpakul tidak menjamin kesejahteran petani itu sendiri..

Kalau bisa tau bagaimana dengan proses perijinannya khususnya untuk kalimantan timur, apakah selama ini mengenai perijinan kelapa sawit tidak bermasalah? sehingga kalimantan timur dijadikan salah satu basis untuk areal pengembangan kelapa sawit. Apakah ada konflik antara pihak perusahaan dengan penduduk dalam hal pembebasan tanah, bagaimana proses negosiasi ganti rugi dari pihak perusahaan dengan pemilik tanah?

mohon penjelasannya...Terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Timpakul..,<br />
Kalau liat diskusi yang ada saat ini, perkebunan kelapa sawit menjadi salah satu momok yang sangat mengerikan karena dibarengi dengan adanya pembukaan lahan, yang tentunya akan mempengaruhi keseimbangan alam lewat hutannya. selain hal tersebut banyak persoalan yang ada didalamnya salah satu diantaranya dampak ekologis dari perkebunan kelapa sawit yang sudah dipaparkan dalam blog ini. Dalam diskusi ini juga terpapar mengenai kesejahteraan petani dari adanya aktifitas perkebunan sawit yang menurut mas Timpakul tidak menjamin kesejahteran petani itu sendiri..</p>
<p>Kalau bisa tau bagaimana dengan proses perijinannya khususnya untuk kalimantan timur, apakah selama ini mengenai perijinan kelapa sawit tidak bermasalah? sehingga kalimantan timur dijadikan salah satu basis untuk areal pengembangan kelapa sawit. Apakah ada konflik antara pihak perusahaan dengan penduduk dalam hal pembebasan tanah, bagaimana proses negosiasi ganti rugi dari pihak perusahaan dengan pemilik tanah?</p>
<p>mohon penjelasannya&#8230;Terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: oranghutan</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8600</link>
		<dc:creator>oranghutan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 13:40:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8600</guid>
		<description>Saatnya kita beraksi:

1. Pengembangan kelapa sawit rakyat untuk lahan-lahan kritis saja, atau di areal yg telah dibudidayakan 
2. Lahan gambut dan hutan tidak boleh dibuka untuk budidaya apapun (termasuk HTI),
3. LSM jangan koar-koar ke luar demi dollar, ayo kita berdayakan masyarakat secara nyata. 
4. Hanya dengan sebuah Hand Phone baru (murahan) sebagian besar masyarakat adat di pedalaman mau melepaskan 
    berhektar-hektar tanahnya. HP seharga 750rb ditukar dengan lahan empat hektar... wah wah wah....

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saatnya kita beraksi:</p>
<p>1. Pengembangan kelapa sawit rakyat untuk lahan-lahan kritis saja, atau di areal yg telah dibudidayakan<br />
2. Lahan gambut dan hutan tidak boleh dibuka untuk budidaya apapun (termasuk HTI),<br />
3. LSM jangan koar-koar ke luar demi dollar, ayo kita berdayakan masyarakat secara nyata.<br />
4. Hanya dengan sebuah Hand Phone baru (murahan) sebagian besar masyarakat adat di pedalaman mau melepaskan<br />
    berhektar-hektar tanahnya. HP seharga 750rb ditukar dengan lahan empat hektar&#8230; wah wah wah&#8230;.</p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kavung</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11.html#comment-8599</link>
		<dc:creator>kavung</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 08:47:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-11/#comment-8599</guid>
		<description>Masyarakat adat hidup dari hutan,air dan tanah,  jika wilayah atau tanah yang mereka miliki di rampas buat perkebunan sawit kemana mereka akan mencari makan, perkebunan sawit hanya segelintir orang yang sukses dan tak sedkit yang menderita. Jika lahan yang di kelola lahan kritis yang hanya di tumbuhin ilalang apa salahnya di tanam sawit tapi bagaimana jika lahan yang di tanam sawit itu ada lahan perkebunan masyarkat adat bahkan hutan lindung di babat kayunya di ambil setelah itu di tanam sawit sungguh menyedihkan hutan di bumi Indonesia tercinta ini akan di hijaukan oleh sawit karena tidak ada resapan air maka bencanalah yang datang lagi2 masyarakat kecillah yang jadi korban. capekkk dechhhhhhhh

&lt;em&gt;kavung's last blog post..&lt;a href='http://kavung.com/2008/04/15/oleh-oleh-dari-singkawang/' rel="nofollow"&gt;Oleh - Oleh dari Singkawang&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masyarakat adat hidup dari hutan,air dan tanah,  jika wilayah atau tanah yang mereka miliki di rampas buat perkebunan sawit kemana mereka akan mencari makan, perkebunan sawit hanya segelintir orang yang sukses dan tak sedkit yang menderita. Jika lahan yang di kelola lahan kritis yang hanya di tumbuhin ilalang apa salahnya di tanam sawit tapi bagaimana jika lahan yang di tanam sawit itu ada lahan perkebunan masyarkat adat bahkan hutan lindung di babat kayunya di ambil setelah itu di tanam sawit sungguh menyedihkan hutan di bumi Indonesia tercinta ini akan di hijaukan oleh sawit karena tidak ada resapan air maka bencanalah yang datang lagi2 masyarakat kecillah yang jadi korban. capekkk dechhhhhhhh</p>
<p><em>kavung&#8217;s last blog post..<a href='http://kavung.com/2008/04/15/oleh-oleh-dari-singkawang/' rel="nofollow">Oleh - Oleh dari Singkawang</a></em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
