batu bara - sawit - kayu - … - sawah

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

pilihan yang diajukan pemerintah daerah saat ini adalah:

batu bara –> sawit –> kayu –> ……. dan paling tak prioritas adalah sawah (dan/atau) ladang.

semenjak daerah dibuat memiliki kewenangan mencari uang sendiri, maka kemudian berbagai potensi kekayaan alam semakin banyak yang dikuras. mulai dari batu bara, kemudian kayu, kalau tak ada lagi, usulan kebun sawit pun diajukan. sementara sawah dan ladang menjadi titik yang tak pernah terperhatikan.

saat melintasi wilayah sebulu-kutai kartanegara, hamparan kolam bekas tambang dan deretan dumptruck menghiasi pemandangan. batu bara menjadi sebuah primadona. bahkan sebuah kampung harus bertarung mempertahankan sawah yang diambilpaksa oleh pertambangan batu bara. mungkin saat ini pejabat kutai kartanegara tidak sedang makan nasi, digantikan dengan menu batu bara panggang ataupun sup batu bara.

seorang petani di desa sumber sari dalam sebuah obrolan singkat dengan beberapa pejabat desa menyampaikan bahwa dengan adanya tambang batu bara di sekitar kampung akan menjadikan lahan pertanian dan ladang akan menjadi semakin tak berair, karena sebagian besar air ditarik ke wilayah lubang tambang. selain itu, tak ada lagi tanah untuk bertanam bila lahan dijual ke perusahaan tambang.

disisi lain, seorang pejabat desa giri agung selalu menyatakan setuju dengan apapun yang ditawarkan. ketika diceritakan tentang pemecah kemiri, beliau bilang “ya bagus itu untuk warga saya”. ketika ada yang bercerita tentang minyak murni kelapa (VCO), kembali ungkapan sama berulang. termasuk ketika ada yang berceloteh tentang perkebunan sawit, “ya itu bagus untuk warga saya”. entah… mungkin hanya satu kalimat itu yang beliau miliki.

sementara, ternyata begitu banyak pengetahuan dan keterampilan di sebuah lembaga penelitian kehutanan yang ada di samarinda, hanya tak ada yang diketahui publik. hasil penelitian hanyalah hasil penelitian. tanpa dapat diaplikasikan oleh publik. mungkin untuk menambah tinggi tangga menuju bulan.

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

2 ikung bamamay celotehan “ batu bara - sawit - kayu - … - sawah ”

  1. Padahal kalau sawah dan ladang habis, terkuras pula pendapatan orang-orang dari eksploitasi alam itu, buat impor bahan makanan :(

    [tanggapi]

  2. sudah biasa itu mas. yang di jakarta kan sudah ga makan nasi lokal. impor. nah yang impor dari thailand, myanmar, vietnam itu bukan untuk mereka. impor dari eropa donk. ga level sesama asia yg miskin. paling banter dari jepang lah. bos, di daerah ya penegen juga donk
    sejak kapan ilmu untuk dibagi?
    Unmul?kehutanan? B A S I dari sejak dulu kala..

    [tanggapi]

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>