tanaman konservasi
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“kelapa sawit merupakan tanaman yang memenuhi syarat menjadi tanaman konservasi, karena memiliki kemampuan merehabilitasi tanah dan memperbaiki tata air” ujar Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU), Prof. Dr. Ir. Erwin Masrul Harahap MS. [Antara]
Sebuah kondisi yang patut diuji independensi keilmuan. Seorang guru besar dengan tegas mampu menyatakan bahwa kelapa sawit menjawab permasalahan tata air. Masih belum juga diungkap dengan tegas tentang bagaimana series perubahan erosi dan aliran air permukaan yang terjadi setiap tahunnya sejak dilakukan pembersihan lahan (land clearing).
Berbeda dengan Sumatera, seorang guru besar Ilmu Tanah di Kalimantan malah berujar “beberapa perkebunan kelapa sawit berada di lahan yang akan semakin kritis bila ditanami kelapa sawit“. Kondisi yang berbeda tak pernah menjadi sebuah acuan dalam penggunaan lahan bagi perkebunan besar kelapa sawit. Peningkatan sedimentasi dan aliran air permukaan selalu terjadi di kawasan kebun sawit, termasuk yang sudah berumur di atas sepuluh tahun sekalipun.
Masih penting diuji independensi seorang guru besar. Minimnya dana penelitian menjadikan banyak peneliti dan akademisi melacurkan diri. Membela kepentingan yang bayar. Tergantung siapa yang memfasilitasi penelitian. Seorang akademisi pernah berujar “bagaimana mungkin kami bisa mengeluarkan hasil yang benar, karena mereka yang membayar kami“.
tak penting tanaman konservasi !


(1 votes, average: 4 out of 5)








ada keprihatinan yang sangat setiap kali berbicara tentang guru besar
[tanggapi]
Prof Erwin itu baru menikahkan anaknya dengan seorang marketing direktur sebuah perkebunan sawit. Pada suatu kesempatan mereka berdiskusi. Sang menantu yang sudah matang di dunia marketing memiliki teknik komunikasi yang sangat baik. Nah karena itu sang profesor teracuni. Tentu kita bertanya, masak sekelas profesor bisa teracuni…profesor juga manusia
[tanggapi]