sawit perbatasan
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
“kawan-kawan di eropa bilang, saat ini sudah tidak ada lagi aktivitas pembukaan perkebunan besar kelapa sawit di perbatasan Kalimantan-Malaysia” ujar seorang kawan dari Perancis.
sawit perbatasan. sebuah bisnis besar yang merupakan tindak lanjut dari piagam kerjasama (MoU) antara Indonesia dengan RRC. pada level berita di media sudah tak lagi begitu mengemuka. tak banyak yang terungkapkan lagi. sementara, pergerakan pemodal terus berlari di tingkatan kabupaten. negosiasi tetap berlangsung. upaya memiliki kawasan perbatasan yang berlimpah kayu terus berlangsung.
kawasan perbatasan yang sebagian merupakan kawasan dataran tinggi, merupakan hulu dari begitu banyak (14 dari 20) sungai di Borneo. begitu konversi terjadi, maka semakin sukar air bersih akan diperoleh. bencana ekologi menanti.
“lalu, apakah akan ada aksi dari rakyat untuk itu?” tanyanya.
aksi di tingkat akar rumput menjadi sebuah hal yang dipertanyakan. bagaimana respon komunitas terhadap aktivitas pembukaan perkebunan besar kelapa sawit. janji-janji kesejahteraan disenandungkan oleh pemodal. menjadi pekerja, membuka akses jalan, membangun sarana publik (rumah ibadah, sekolah, kantor desa, dll). begitu kebun telah dibuka, maka semakin terpuruklah kehidupan komunitas lokal. informasi sangatlah tidak berimbang. perlu cukup banyak informasi yang diberikan kepada komunitas lokal. agar tak sekedar menerima perkebunan tanpa pernah mengetahui dampaknya.
tak penting sawit perbatasan !








Wadah bamamay