<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Ketahanan Pangan dan Kelapa Sawit</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-8.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-8.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Thu, 04 Dec 2008 21:08:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7-beta3</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: yamien</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-8.html/comment-page-1#comment-46</link>
		<dc:creator>yamien</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Mar 2006 14:19:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/sawit-8/#comment-46</guid>
		<description>adanya klaim arti yang tinggi budaya pada pangan yang dihasilkan alam dimiliki daerah indonesia bukan suatu yang malah dibesar-besarkan menutupi persoalan himpitan kebutuhan masyarakat mayoritas yang sulit menutupi kebutuhan pokok bagi kesehatan. saya saja sebagai masyarakat kelas menengah saja harus kewalahan apa saja prioritas biaya memenuhi pangan yang sangat bermanfaat kesehatan dirumah yang dimaksudkan kesadaran dan juga daya beli mensiasati kehidupan konsumtif yang tinggi, tapi cukup disini saja membahas apa yang terjadi pada masyarakat dan personal masing-masing. tapi marilah berkacamata pada institusi pemerintahan yang kita miliki sebagai konsekuensi bernegara adalah dorongan element masyarakat angkat bicara dan bertindak tegas secaraa lantang konsep pilihan apa yang diambil oleh sebuah kebijakan menyangkut khalayak umum apakah perdagangan pangan atau ketahanan pangan? masing - masing harus dimengerti dan diketahui bersama dengan secara cermat dan tepat bahwa keputusan pihak peran pangan dari akedemisi, masyarakat, lembaga masyarakat/ormas dan paguyuban cultur maupun agamawan harus ada persepsi yang sama untuk keluar dari permasalahan pangan ini dari berbagai kasus busng lapar, gizi buruk dll. di Indonesia kepulauan beribu-ribu satu bingkai surga dan cobaan satu padu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>adanya klaim arti yang tinggi budaya pada pangan yang dihasilkan alam dimiliki daerah indonesia bukan suatu yang malah dibesar-besarkan menutupi persoalan himpitan kebutuhan masyarakat mayoritas yang sulit menutupi kebutuhan pokok bagi kesehatan. saya saja sebagai masyarakat kelas menengah saja harus kewalahan apa saja prioritas biaya memenuhi pangan yang sangat bermanfaat kesehatan dirumah yang dimaksudkan kesadaran dan juga daya beli mensiasati kehidupan konsumtif yang tinggi, tapi cukup disini saja membahas apa yang terjadi pada masyarakat dan personal masing-masing. tapi marilah berkacamata pada institusi pemerintahan yang kita miliki sebagai konsekuensi bernegara adalah dorongan element masyarakat angkat bicara dan bertindak tegas secaraa lantang konsep pilihan apa yang diambil oleh sebuah kebijakan menyangkut khalayak umum apakah perdagangan pangan atau ketahanan pangan? masing - masing harus dimengerti dan diketahui bersama dengan secara cermat dan tepat bahwa keputusan pihak peran pangan dari akedemisi, masyarakat, lembaga masyarakat/ormas dan paguyuban cultur maupun agamawan harus ada persepsi yang sama untuk keluar dari permasalahan pangan ini dari berbagai kasus busng lapar, gizi buruk dll. di Indonesia kepulauan beribu-ribu satu bingkai surga dan cobaan satu padu</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
