Menjadi pelupa: Sebuah Trend Baru Menteri Kehutanan

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Pelupa. Mungkin ini sebuah kata yang tepat bagi MS Kaban, Menteri Kehutanan RI saat ini. Setelah beberapa waktu yang lalu pernah mencabut ijin perusahaan perkebunan kelapa sawit di TN Tanjung Puting, yang beberapa hari kemudian kembali memberikan rekomendasi agar perusahaan tersebut melanjutkan kegiatannya, hari ini kembali MS Kaban menjadi pelupa.

Dalam Tribun Kaltim (12/12), MS Kaban menyatakan:

Menteri Kehutanan MS Kaban menyatakan keberatan terhadap rencana Departemen Pertanian (Deptan) membuka kebun kelapa sawit, kakao dan karet secara besar-besaran di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dengan wilayah Malaysia Timur, jika tanpa dilengkapi studi kelayakan memadai. Alasannya, bila proyek tersebut dikerjakan terburu-buru, cenderung akan merusak ekosistem hutan. Menurut Kaban, jika ingin membuka perkebunan baru di perbatasan Malaysia, jaraknya minimal harus 100 kilometer (km) dari titik perbatasan. [Menhut Menentang Pembukaan Sawit di Perbatasan - Tribun Kaltim]

Kemudian hari ini (28/12), MS Kaban menyatakan:

Dikemukakan, pemerintah pusat berencana mempercepat pembangunan daerah perbatasan dengan pengembangan kawasan perkebunan sawit mulai Kalimantan Timur hingga Kalimantan Barat. Meskipun mendapatkan sorotan dan kritikan dari sejumlah LSM pemerhati lingkungan, Kaban mengatakan tidak perlu dikhawatirkan. [MS Kaban: Sawit Perbatasan Jalan Terus - Tribun Kaltim]

Mungkin lebih menyenangkan menjadi pelupa. Tak ada yang akan menyalahkan. Segalanya akan berlalu begitu saja. Namun sangat menyedihkan bagi negeri ini, karena memiliki seorang menteri yang pelupa. Dan karena ke-pelupa-an ini, tidak menutup kemungkinan telah lupa juga kalau di perbatasan itu hanya 8% yang layak bagi kelapa sawit. Juga bisa lupa bahwa telah banyak yang dibuat sengsara oleh kebun kelapa sawit. Serta pasti dilupakan bahwa sawit akan mendatangkan bencana. Serta bisa jadi suatu saat akan lupa juga bahwa disaat bukan lagi menjadi menteri namun masih tetap merasa sebagai Menteri Persawitan di negeri yang selalu lupa.

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>