sawit: mengurai fakta

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

"Saya kira mereka terlalu berlebihan, tanpa data yang akurat dan bisa membingungkan masyarakat. Mereka pakai teori mana? Sawit apa yang dimaksud. Kita sudah meneliti bahwa kelapa sawit menjanjikan dan ramah lingkungan,"kata Ilham Sanusi kepada Pontianak Post, Selasa (25/10).

Fakta. Ini yang selalu dikedepankan oleh para pengusaha dalam beradu argumentasi di media. Sama halnya ketika kasus pencemaran Teluk Buyat terangkat ke publik, NMR dengan segala daya upaya yang dimiliki mendatangkan berbagai ahli untuk beradu data dan fakta.

Untuk sawit, beberapa fakta telah ada, namun terkadang dianggap angin lalu. Datang saja ke Kabupaten Pasir - Kaltim yang telah lama mengembangkan perkebunan kelapa sawit, baik oleh perusahaan maupun oleh rakyat. Beberapa hal yang ditemukan adalah:

  • Sawit tidak mensejahterakan rakyat, malah membangun belitan ekonomi karena ketergantungan
  • Air tanah berkurang drastis, bahkan PDAM mulai terganggu pasokannya
  • Banjir jadi agenda tahunan
  • Ekonomi tidak bergerak, hanya PTPN yang semakin buncit
  • Limbah CPO mencemarkan badan sungai dan memerlukan biaya tinggi untuk mengolahnya

Sementara di wilayah lain di Kaltim pun terungkap fakta:

  • Pengusaha sawit hanya memanfaatkan kayu
  • Pengusaha sawit menggunakan kekerasan untuk menggusur rakyat
  • Pengusaha sawit berkolusi dengan pemerintah
  • Pengusaha sawit merupakan pengutang bermasalah di bank yang bikin bank kolaps
  • Pengusaha sawit hanya modal dengkul dan mulut

Sementara secara ilmiah telah dibuktikan bahwa:

  • Perakaran sawit baru bisa terdekomposisi hingga 150 tahun
  • Serapan air setiap pokok dalam satu hari 20-30 liter
  • Konsumsi hara dari tanah sangat tinggi
  • Buah sawit hanya mampu bertahan 12-24 jam sebelum diolah

Lalu? Apakah memang dengan menanam sawit akan lebih mensejahterakan petani dan komunitas masyarakat?

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>