sebuah republik yang penuh mimpi
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
dalam sebuah tayangan parodi politik, sebuah republik yang penuh mimpi. saat ini telah berpindah tempat tayang. sederetan laptop dengan merek tertentu berjejer di atas meja. kertas berlapis-lapis tetap ada di atas meja. celoteh santai berdasar naskah masih terus berlanjut.
penggunaan laptop saat ini seperti tak termanfaatkan maksimal. dalam republik yang penuh mimpi tersebut, bagaikan sebuah aksesoris ataupun sebuah ajak promosi yang tak termanfaatkan. semua penceloteh masih tetap berpatokan pada naskah di atas kertas. awalnya terpikir bahwa ketika laptop ada, penggunaan kertas semakin berkurang. pada gilirannya, semakin berkurang pepohonan yang ditebang.
namun, itulah sebuah republik yang penuh mimpi. laptopnya pun masih hanya untuk bermimpi. bisa jadi sedang berisikan sebuah game ataupun hanya menjadi sebuah penghibur disaat break dilakukan. sangat disayangkan, penggunaan kertas tetap berlangsung pada republik tersebut.
celoteh pun semakin ragu. naskah masih jadi rujukan. eksperimen dan penggalian ekspresi personal masih belum mampu digali lebih dalam. sementara pada tempat tayang yang lama, wapres yang lalu kembali tampil dalam sebuah parlemen yang menggila. tak lucu, hanya menjadi sebuah pengharapan dapat terus ditonton.
tak penting republik yang penuh mimpi !








Wadah bamamay