selingkuh kelestarian

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Sering terjadi konflik antar lembaga yang berbeda modal pengetahuannya. Antara AKTIVIS ORNOP dan PEKERJA NGO. Bukan masalah komunikasi. Juga bukan masalah pilihan strategi. Namun pada sebuah ketidakpahaman para “PEKERJA NGO” terhadap sebuah isu yang sedang digulirkan. Ketidakcerdasan melihat akar masalah menjadikan apa yang dilakukan sebagai sebuah hal yang KONTRAPRODUKTIF terhadap jalan menuju kemenangan. Memilih BERSELINGKUH dengan PEMBABAT HUTAN dengan dalih KELESTARIAN, pada akhirnya terjerumus pada ruang yang disebut BISNIS KOTOR.

Banyak PERMAKLUMAN dikumandangkan disaat memilih jalan mengajak pemodal untuk bertindak lestari. PERTEMPURAN tidak mungkin dilakukan dengan berada dalam SELIMUT yang sama. Misal saja apa yang terjadi terhadap PT SLJ dan PT INTRACAWOOD di Kaltim. Walau telah diakui memperoleh SERTIFIKASI PENGELOLAAN HUTAN BERKELANJUTAN dari FSC dan LEI, senyatanya praktek penebangan berdampak kecil (RIL) tidak juga dilaksanakan dengan baik, termasuk terhadap permasalahan SOSIO-KULTUR di tingkat komunitas.

Apa yang sebenarnya ingin dituju oleh bapak-bapak di milis ini? Sebuah BISNIS yang BERPERSPEKTIF LINGKUNGAN? Apakah benar ALAT (TOOLS) yang dibuat dilaksanakan di tingkat lapang? Tidak pernah. Kelelahan terhadap ketidakjelasan BISNIS KEHUTANAN menjadikan pilihan jatuh pada sistem silvikultur TEBANG APA SAJA. Pada akhirnya bermuara pada kehancuran hutan yang tak terkendali.

Apakah kemudian makna kelestarian hutan dimiliki para pekerja kehutanan? Tidak pernah ada. Lagu MARS SERUAN RIMBAWAN hanya sampai di penyematan toga, setelah itu tidak pernah dimaknai dengan lebih benar. Semua mengejar keping emas. Karena pendidikan dan kesehatan mahal. Karena tak ada lagi pangan yang murah. Belum termasuk geliat pusat perbelanjaan yang menggoda untuk dimasuki.

Kejadian memilukan justru terjadi di lingkup Departemen Kehutanan. Dimana pelayan publik di sektor kehutanan ini menjadikan ruang para pegawainya untuk berganti baju. Masuk ke NGO yang melakukan MoU dengan Dephut. Dengan dalih untuk melakukan pengawasan kerjasama, pada akhirnya malah hanya sekedar pelarian semata. Telah sangat mahal negara membiayai mereka untuk sekedar melayani publik. Ketika ada tawaran yang lebih baik, baju diganti sementara baju lama digantung, sekedar menanti uang pensiun. Sadarkah mereka? Tidak pernah, karena disilaukan oleh keping emas. Bukan bicara ideologi. Bukan bicara cita-cita. Hanya sekedar menjadi PEKERJA.

Dalam satu MoU yang pernah terbaca, ada kewajiban setiap tahun NGO yang berMoU untuk memperoleh dana US$500.000. Angka yang kecil memang. Namun bermakna luas. Sementara rimba dijelajah dengan tidak jelas oleh PENELITI ASING, tanpa PERIJINAN, mengambil specimen, tak pernah berbagi pengetahuan. Adakah perubahan setelah lebih satu dekade mereka ada di negeri ini? tidak ada apa-apa.

Mengintip apa yang terjadi di Sabah, sebagian besar peneliti dan pegiat lokal telah sangat memperoleh LONCATAN KUALITAS. Pekerja asing telah sangat kecil perannya. Hanya karena mereka punya visi, bahwa kemudian mereka akan melakukan sendiri. Apa yang terjadi di negeri ini? Hanya sekedar menjadi PEKERJA NGO. Tak pernah meningkat kualitasnya. Bahkan saya pernah bertemu dengan seorang yang “terindikasi” MENGEMIS pekerjaan pada lembaga yang berMoU.

Inikah yang dicari? Sebuah peningkatan kapasitas, transfer pengetahuan, serta membangun kebersamaan untuk menuju keseimbangan alam?

Disini ada sebuah keping cermin kecil….. adakah yang ingin menggunakannya?

tak penting berselingkuh !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>