serabut ibukota

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

ternyata tak begitu mudah memahami dinamika yang terjadi di ruang yang lebih besar. malah lebih mudah untuk mengurai bila berada pada titik yang lebih tinggi ataupun pada titik yang lebih rendah. di tengah menara tak begitu mampu untuk melakukan kelola tuntas dalam menentukan gerak kaki.

serabut ibukota yang dipenuhi ribuah energi negatif dan bernafsu, menjadikan negeri ini tak pernah bisa bergerak maju. harus ada langkah penting untuk meletakkan ibukota negeri pada wilayah baru yang beraurakan energi positif. dari hutan, dari air, dari tanah, dan dari udara kehidupan.

krisis yang terus terjadi akan tetap saja terjadi, karena ruang publik menjadi semakin sempit. ada pagar-pagar pembatas yang menandakan ketidakpercayaan kepada rakyatnya sendiri. tameng dan senjata menjadi penghalau sebuah komunikasi.

perubahan cepat harus dilakukan. bila tidak, kekayaan negeri ini akan terkuras habis. yang tersisa hanyalah bahaya laten bencana ekologi. kelaparan dan konflik horisontal akan semakin meningkat. hingga satu waktu, semua sadar bahwa terlalu banyak darah dan air mata yang terbuang percuma di negeri ini, hanya untuk membela dan menangisi pemimpin yang tak membela rakyatnya.

tak penting serabut ibukota !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>