<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Situs Berbasis Komunitas</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 22:55:56 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.2</generator>
		<item>
		<title>By: blogidator</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8398</link>
		<dc:creator>blogidator</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Dec 2007 09:21:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8398</guid>
		<description>Wow! Tapi saya tidak tahu apakah harga segitu hanya untuk sebuah situs saja atau sekaligus harga maintenance dan infrastruktur, termasuk perangkat lunak dan keras yang akan dikerahkan untuk misalnya seluruh instansi terkait di seluruh propinsi? Mungkin ada matematika yang harusnya bisa dipertanggungjawabkan. 

Misalnya, bila bukan software opensource, berapa harga abonemen atau pembelian lisensinya? Bila satu instansi per propinsi membutuhkan 10 perangkat keras, dikalikan dengan misalnya Rp 4jt, dan kita kalikan lagi dengan 33, doh berapa sih jumlah propinsi kita sekarang? Bila harus memiliki perangkat server sendiri, berapa harganya sekarang? Berapa bayaran untuk tenaga ahli dan konsultannya per bulan? Dll. Pertanyaannya, apakah pemenang proyek, bila ditenderkan, wajib mempublikasikan dapurnya ke publik atau hanya harus diaudit pihak berwenang? Mungkin juga ada komplikasi di situ.

Sekadar sebuah perbandingan, selama kwartal pertama dan kedua saja, untuk sebuah situs &lt;a href="http://blogid.net/network" rel="nofollow"&gt;Jaringan Blog Indonesia&lt;/a&gt;, kami telah mengalokasi dana sebesar Rp 6 T (tepatnya: enam tratus delapan puluh lima ribu rupiah). Dengan biaya sebesar itu, situs kami masih memiliki kemampuan skalibitas yang tinggi. 

Mohon maaf, kendati rada bercanda dan mencoba netral, saya hanya ingin menangkap detail sebelum menarik pedang konklusi.

Cheers!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wow! Tapi saya tidak tahu apakah harga segitu hanya untuk sebuah situs saja atau sekaligus harga maintenance dan infrastruktur, termasuk perangkat lunak dan keras yang akan dikerahkan untuk misalnya seluruh instansi terkait di seluruh propinsi? Mungkin ada matematika yang harusnya bisa dipertanggungjawabkan. </p>
<p>Misalnya, bila bukan software opensource, berapa harga abonemen atau pembelian lisensinya? Bila satu instansi per propinsi membutuhkan 10 perangkat keras, dikalikan dengan misalnya Rp 4jt, dan kita kalikan lagi dengan 33, doh berapa sih jumlah propinsi kita sekarang? Bila harus memiliki perangkat server sendiri, berapa harganya sekarang? Berapa bayaran untuk tenaga ahli dan konsultannya per bulan? Dll. Pertanyaannya, apakah pemenang proyek, bila ditenderkan, wajib mempublikasikan dapurnya ke publik atau hanya harus diaudit pihak berwenang? Mungkin juga ada komplikasi di situ.</p>
<p>Sekadar sebuah perbandingan, selama kwartal pertama dan kedua saja, untuk sebuah situs <a href="http://blogid.net/network" rel="nofollow">Jaringan Blog Indonesia</a>, kami telah mengalokasi dana sebesar Rp 6 T (tepatnya: enam tratus delapan puluh lima ribu rupiah). Dengan biaya sebesar itu, situs kami masih memiliki kemampuan skalibitas yang tinggi. </p>
<p>Mohon maaf, kendati rada bercanda dan mencoba netral, saya hanya ingin menangkap detail sebelum menarik pedang konklusi.</p>
<p>Cheers!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kukuh TW</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8391</link>
		<dc:creator>Kukuh TW</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 07:43:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8391</guid>
		<description>Thanks, Pitra atas reviewnya mengenai GoingToIndonesia.com ,mampir yuk ke GoingToIndonesia.com , yang mau bantu-bantu css/ layout juga boleh, nanti namanya saya cantumkan di halaman kontribute

Kukuh TW</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Thanks, Pitra atas reviewnya mengenai GoingToIndonesia.com ,mampir yuk ke GoingToIndonesia.com , yang mau bantu-bantu css/ layout juga boleh, nanti namanya saya cantumkan di halaman kontribute</p>
<p>Kukuh TW</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gpsmap 60csx</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8390</link>
		<dc:creator>gpsmap 60csx</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 03:28:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8390</guid>
		<description>mudah-mudahan segera di laksanakan secepatnya demi kmajuan kita bersama</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mudah-mudahan segera di laksanakan secepatnya demi kmajuan kita bersama</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Pitra</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8386</link>
		<dc:creator>Pitra</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 01:48:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8386</guid>
		<description>temen saya ada yg baru buat (masih dummy) sih .. www.goingtoindonesia.com

rasanya konten sudah sangat banyak kok, dengan mengandalkan konten YouTube, Flickr, Slideshare, posting di blog, semuanya skrg dengan mudah bisa diagregasi. Kalau mau buat website pariwisata yg berbasis Web 2.0, sbg start awal nggak perlu membuat konten2 baru. Manfaatin aja data2 yg sudah ada.

Saya juga heran, rasanya kalo mau cerita ttg wisata Indonesia dgn konten yang kaya, akan lebih baik n lebih familiar bagi user kalau dibuat dalam format wiki, bukan spt website 17 milyar itu sekarang..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>temen saya ada yg baru buat (masih dummy) sih .. <a href="http://www.goingtoindonesia.com" rel="nofollow">http://www.goingtoindonesia.com</a></p>
<p>rasanya konten sudah sangat banyak kok, dengan mengandalkan konten YouTube, Flickr, Slideshare, posting di blog, semuanya skrg dengan mudah bisa diagregasi. Kalau mau buat website pariwisata yg berbasis Web 2.0, sbg start awal nggak perlu membuat konten2 baru. Manfaatin aja data2 yg sudah ada.</p>
<p>Saya juga heran, rasanya kalo mau cerita ttg wisata Indonesia dgn konten yang kaya, akan lebih baik n lebih familiar bagi user kalau dibuat dalam format wiki, bukan spt website 17 milyar itu sekarang..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8385</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Dec 2007 01:34:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8385</guid>
		<description>beberapa blog dan situs bercerita tentang wisata, namun belum ada sebuah situs yang mengumpulkannya menjadi sebuah situs nusantara.... menarik bila ada yang memulai... ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>beberapa blog dan situs bercerita tentang wisata, namun belum ada sebuah situs yang mengumpulkannya menjadi sebuah situs nusantara&#8230;. menarik bila ada yang memulai&#8230; ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Brahmasta</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8383</link>
		<dc:creator>Brahmasta</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Dec 2007 21:36:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/situs-berbasis-komunitas.html#comment-8383</guid>
		<description>Salam kenal :D
Setelah mengetahui mengenai situs 17,5 Miliar itu saya jadi sempat berpikir mengenai ide mengenai situs komunitas untuk pariwisata Indonesia. Soalnya pasti lebih konkrit dari situs-situs pemerintah. Pas banget ada tulisan ini.
Jadi menurut mas apakah kita harus menunggu pemerintah membuat situs komunitas itu, atau akan ada individu lagi yang membangun situs seperti itu? Atau malah sekarang udah ada situs seperti itu?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam kenal <img src='http://timpakul.hijaubiru.org/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Setelah mengetahui mengenai situs 17,5 Miliar itu saya jadi sempat berpikir mengenai ide mengenai situs komunitas untuk pariwisata Indonesia. Soalnya pasti lebih konkrit dari situs-situs pemerintah. Pas banget ada tulisan ini.<br />
Jadi menurut mas apakah kita harus menunggu pemerintah membuat situs komunitas itu, atau akan ada individu lagi yang membangun situs seperti itu? Atau malah sekarang udah ada situs seperti itu?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
