Seruan Sultan

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

dalam sebuah koran lokal pagi ini, Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura XX membuat seruan untuk Memperbaiki Kualitas Lingkungan Hidup di Kalimantan Timur. Seruan tertanggal 12 Februari 2007 tersebut berisikan seruan berupa:

  1. Tidak melakukan upaya melawan hukum, dengan cara melibatkan diri secara langsugn maupun tidak langsung dalam kegiatan pembalakan illegal (illegal logging), penambangan illegal (illegal mining), dan penangkapan secara illagal (illegal fishing);
  2. Tidak merusakan vegetasi pelindung sempadan pantai maupun sungai, khususnya berupa hutan mangrove, hutan bakau, hutan nipah, dll;
  3. Tidak menggunakan bahan peledak dalam menangkap ikan;
  4. Memelihara saluran drainase dan membuang sampah di tempat semestinya;
  5. Tidak membiarkan lahan terbuka untuk jangka waktu lama sehingga mengundang erosi dan sedimentasi;
  6. Membiasakan diri hemat energi dengan memadamkan lampu atau mematikan pesawat TV, Radio, saat tidak diperlukan

Sebuah perhatian penting dari seorang Sultan Kutai Kartanegara terhadap permasalahan lingkungan hidup. Namun, bisakah seruan ini ditaati oleh publik saat ini?

Pentingkah seruan Sultan ?

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>