taman nasional pisang

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Konservasi alam bagi perlindungan species orangutan di Taman Nasional Kutai (TNK), Kalimantan Timur, saat ini terancam akibat aktivitas perambahan yang makin merajalela di kawasan itu. [Antara]

taman nasional kutai, atau dua tahun lalu banyak yang lebih suka menyebutnya taman nasional pisang, karena hamparan tanaman pisang menghiasi sepanjang jalan yang membelah kawasannya. enclave sebagai sebuah tawaran dari Pemerintah Daerah. Depatemen pengurus hutan tak pernah mau setuju. Akhirnya sejak pertengahan tahun ini, lebih dari 500 hektar di kiri-kanan jalan yang membelah kawasan dapat terlihat hamparan tanah yang membentang luas.

kami akan bangun agropolitan disana” ungkap seorang penggagas pembuka lahan.

usulan demi usulan berdatangan. mulai dari sekedar membuka untuk berladang, hingga bermimpi membangun kawasan agropolitan. sebuah mimpi yang indah. ketika bait-demi-bait kata diurai, agropolitan merupakan kawasan perkebunan kelapa sawit yang berdampingan dengan tambang batubara dan sebuah rumah peristirahatan yang membuktikan bahwa telah dibangun ekowisata. sebuah pernyataan berbeda dari ungkapan sebelumnya “kami punya kearifan dalam mengelola hutan“.

orangutan, tak penting sebagai sebuah isu di taman nasional pisang. konflik antara warna kulit dan keyakinan menjadi sebuah hal yang jauh lebih penting. kepentingan politik selalu dimainkan di kawasan tersebut. sayangnya, orangutan tetap tak memiliki hak memilih ataupun dipilih.

sebuah perusahaan di barat taman nasional pisang berujar dalam sebuah rapat, “kami cukup terganggu dengan hadirnya orangutan di kebun kayu kami“. padahal mereka membangun kebun kayu di tempat berkehidupan orangutan. tak pernah mereka merasa bersalah telah menghilangkannya, dan malah ketakutan ketika orangutan ingin pulang ke kampung halamannya. tak ada niat sama sekali untuk berbagi kehidupan, semua hanya demi sekeping emas yang tak lagi berkilau.

tak penting taman nasional pisang !

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>