taman nasional pisang
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Malam ini kedatangan kawan, seorang staf dari Balai Taman Nasional Pisang. TN Pisang, sudah terlalu lama tak terdengar gaungnya. Kawan tersebut ngobrol tentang keinginan Bupati yang akan tukar guling taman nasionalnya dengan kawasan hutan lindung yang baru diinisiasi oleh lembaga internasional. Aneh memang, setelah lama menghilang, tiba-tiba muncul lagi.
Aneh kedua adalah ketika mengundang beberapa kawan, yang responnya hampir serupa. Cape, nggak yakin akan hasil ngobrol, lupakanlah. Sejenak ingin pula melupakan rencana ngobrol malam ini, tapi kemudian, karena lagi coba melihat lagi apa yang sedang terjadi di taman nasional pisang itu, akhirnya diundanglah beberapa kawan.
Sedikit cerita tentang TNP ini, kemudian terlihat dua hal yang berbeda. Satu tentang kelakuan Bupati, yang satu tentang kelakuan kelembagaan BTNP. Dua hal yang saling berkontribusi terhadap lenyapnya TNP dari daftar taman nasional di Indonesia. Kelembagaan yang diisi dengan saling ketidakpercayaan di dalamnya, ternyata mencuat dari obrolan singkat ini. Akhirnya akan dicoba digali formula lain untuk kasus ini. Mencoba menggelitik akademisi yang terlalu sibuk di dalam kampus, juga menginisiasi ulang komunikasi dengan para pihak.
Di lain sisi, berkaitan dengan Bupati. Mungkin anda bisa bantu dengan mengirimkan surat ke Presiden RI dengan tembusan ke DPR RI, Menteri Kehutanan, Gubernur Kaltim, dengan mengatakan bahwa saat ini bukan saat yang tepat untuk membeli guling di TNP, karena akan menjadikan TNP semakin kehilangan wajahnya. Semoga ini akan membantu…. atau bisa juga untuk segera ambil guling dan tidurlah dengan nyenyak sambil bermimpi tentang kanker paru-paru yang diderita Kalimantan Timur.








tadi ngobrol juga soal ini. 100.000ha areal pengganti tnp yg mau ditambang. sambil buka peta. gak ada areal yang tersisa.. bagus kalo diobrolkan…