tamannya nasional

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

Dalam sebuah diskusi tentang taman nasional di sebuah milis.

Taman Nasional. Berhasil atau gagal? Dari sisi apa menilainya?

Berikut sebuah catatan kecil saya:

Ada sebuah lembaga satwa yang punya aktivitas hebat (katanya) mengelola satwa, ternyata telah membuat satwa malah terbunuh. [baca republika, 9 mei 2005]. Sudah tak berijin lagi pula…. Tetap dengan sebuah kampanye hebat di internasional bilang bahwa mereka berhasil…

Ada sebuah lembaga konservasi yang ternyata berbadan hukum perusahaan, melakukan pembuatan sistem verifikasi legalitas kayu, ketika standarnya terlalu tinggi, malah standarnya yang harus diturunkan bukan memperbaiki faktor-faktor yang membuat perusahaan kayu gagal memenuhi standar yang ada.

Juga ada lembaga konservasi lagi yang mendorong pemerintah daerah bikin badan pengelola, tapi ternyata pemerintah daerah tidak memandang penting badan pengelola tersebut. Kabarnya keberadaan badan pengelola adalah tuntutan proyek. Terbengkalailah badan pengelola tersebut, menyusul sebuah kelompok kerja pendahulunya yang telah wafat karena memang hanya memenuhi kebutuhan proyek… dan sekarang lembaga konservasi tersebut lagi berupaya membentuk lagi badan pengelola di tempat lain… lagi-lagi… kepentingan proyek….

CUKUP SUDAH PEMBOHONGAN PUBLIK ATAS NAMA KONSERVASI !!!

  • ketika di sebuah lembaga tidak ada yang namanya demokrasi, bagaimana mungkin ia akan menularkan demokratisasi di tingkat publik?
  • ketika di sebuah lembaga tidak ada yang namanya transparansi, bagaimana mungkin ia akan menularkan transparansi di tingkat publik?
  • ketika di sebuah lembaga tidak ada yang namanya akuntabilitas, bagaimana mungkin ia akan menularkan akuntabilitas di tingkat publik?

BERKACALAH …. walau hanya di CERMIN RETAK ……

Share/Save/Bookmark

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>