menanam pemanasan global
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
banyak inisiatif kegiatan menanam yang dilakukan oleh berbagai kalangan. mulai dari sekedar menanam di pekarangan, menanam di lingkungan perumahan dan industri, hingga melakukan penanaman di perkotaan. pemerintah pun telah menjadikan proyek menanam dengan sebutan gerakan. bahkan 7 organisasi perempuan juga akan menanam 10 juta pohon pada tanggal 1 Desember 2007.
menanam pepohonan bukanlah inisiatif yang tidak baik. semakin banyak yang menanam akan semakin banyak peluang ketersediaan oksigen. bahkan kalau yang ditanam adalah jenis buah-buahan, maka ada peluang ketersediaan pangan bagi lebih banyak orang, ditengah semakin berkurangnya lahan untuk pertanian dan perkebunan rakyat. namun ketika mencoba mengkaitkan dengan pemanasan global, tak ada pengaruh yang nyata ketika menanam satu juta pohon dengan penurunan suhu permukaan bumi.
tidak diturunkannya emisi industri di negara-negara utara menjadikan peningkatan suhu permukaan bumi akan terus terjadi. pertarungan pemanasan global hingga hari ini hanyalah kepada negara pemilik hutan tropis. larangan untuk menebang dan menghabiskan hutan menjadikan negara tropis sebagai sorotan dunia. bila dilihat lebih dalam, kebutuhan negara utara akan kayu, kertas dan produk minyak sawit, telah menjadikan pembukaan skala luas hutan tropis yang tersisa. belum termasuk kebutuhan bahan baku energi, seperti batubara, minyak bumi dan gas alam, yang secara nyata telah menghasilkan peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer.
cara pandang para penanam pohon harus mulai digerakkan ke arah pemahaman holistik akan pemanasan global. tak semata menanam atau pun memelihara pepohonan, namun lebih dari itu, bahwa harus ada gerakan bersama untuk mendorong penurunan emisi dari industri di negara utara, serta pencegahan pembukaan skala luas hutan tropis yang tersisa.
tak penting menanam pemanasan global !








Wadah bamamay