<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: televisi</title>
	<atom:link href="http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html</link>
	<description>environment, education and information technology</description>
	<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 18:01:47 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7-beta3</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Merdeka.or.id &#187; saya akan ? &#124; Bloggers, Unite !</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8706</link>
		<dc:creator>Merdeka.or.id &#187; saya akan ? &#124; Bloggers, Unite !</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 10:54:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8706</guid>
		<description>[...] -- panjangnya sepuluh sentimeter (0)9 August 2007 -- dilarang meneliti ! (0)15 November 2007 -- televisi (6)20 January 2007 -- koruptor insaf [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] &#8212; panjangnya sepuluh sentimeter (0)9 August 2007 &#8212; dilarang meneliti ! (0)15 November 2007 &#8212; televisi (6)20 January 2007 &#8212; koruptor insaf [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8362</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 05:13:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8362</guid>
		<description>berikut adalah tanggapan dari Jejap Petualang:
-------
Terimakasih atas masukan yang berharga bagi JP.
Kami memahami dengan baik peraturan perundang-undangan mengena satwa liar dan tidak ada maksud tidak baik dengan penayangan JP mengenai satwa liar, dengan mendekatkan Presenternya ke satwa liar, justru kami ingin mengenalkan dan kepada pemirsa tentang satwa liar yg dilindungi, betapa kayaknya keaneka ragaman hayati tanah air, pentingnya pelestarian alam, konservasi dan sebagainya. Bagaimana kami bisa memperkenalkan semua itu kalau tidak terjun langsung dan lebih dekat dengan satwa yg bersangkutan. Kita tidak mungkin membahas mengenai satwa liar dari jauh. Yang penting kami tidak merusak atau membunuh satwa liar itu demi kesenangan. Sekali lagi terimakasih atas masukannya.
 

Salam,

Dody Johanjaya
(Produser JP)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berikut adalah tanggapan dari Jejap Petualang:<br />
&#8212;&#8212;-<br />
Terimakasih atas masukan yang berharga bagi JP.<br />
Kami memahami dengan baik peraturan perundang-undangan mengena satwa liar dan tidak ada maksud tidak baik dengan penayangan JP mengenai satwa liar, dengan mendekatkan Presenternya ke satwa liar, justru kami ingin mengenalkan dan kepada pemirsa tentang satwa liar yg dilindungi, betapa kayaknya keaneka ragaman hayati tanah air, pentingnya pelestarian alam, konservasi dan sebagainya. Bagaimana kami bisa memperkenalkan semua itu kalau tidak terjun langsung dan lebih dekat dengan satwa yg bersangkutan. Kita tidak mungkin membahas mengenai satwa liar dari jauh. Yang penting kami tidak merusak atau membunuh satwa liar itu demi kesenangan. Sekali lagi terimakasih atas masukannya.</p>
<p>Salam,</p>
<p>Dody Johanjaya<br />
(Produser JP)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: iing</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8354</link>
		<dc:creator>iing</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Nov 2007 02:27:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8354</guid>
		<description>Penayangan stasiun televisi anda bertitel ExtremeKuliner yang ditayangkan setiap hari sabtu pukul 10.30 dan minggu pukul 20.30 sangatlah tidak berbasis pendidikan dan konservasi. Media anda sebagai penyalur berita harusnya berdasar fakta dan data yang mendukung. Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya alam Hayati dan Ekosistemnya sebagai perangkat hukum yang bisa menyeret anda pada keburukan dan kebobrokan moral dunia konservasi Anda. Pengeksploitasian satwa liar adalah kejahatan alam yang akan mengurangi jumlah populasi satwa di alam dan habitatnya. Sedangkan sudah jelas Anda sebagai media informasi harusnya mendukung upaya ini. 

	Opsi Kesejahteraan Satwa adalah hal utama yang harus diperhatikan. Menunjukan kebrutalan memangsa satwa liar dengan mengkonsumsi oleh manusia didepan kamera adalah sebuah penayangan yang bertentangan dengan nilai kode etik ekologi satwa. Perlakuan kejam terhadap satwa liar yang ditayangkan sebagai hasil rekaman Anda adalah upaya buruk untuk mencegah satwa liar untuk hidup bebas di alam dan memperkosa hak kebebasan satwa untuk bertahan hidup (survive). 

	Anda berdalih bahwa ini adalah budaya setempat, apakah anda merasa bodoh untuk mengatakan ini? Karena ini adalah praktek GENOCIDE (pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan bangsa) untuk bangsa makhluk hidup apapun spesies nya.

	Tolong pelajarilah tentang kesejahteraan satwa (animal welfare), peraturan perundang-undangan konservasi spesies (baik lokal, nasional maupun internasional, seperti UU No. 5/1990, PP No. 7/1999, PP No. 8/1999, CITES, dll) dan kaidah-kaidah konservasi keragaman hayati.

	Maka dengan dari ini semua, kami International Animal Rescue (IAR) Indonesia menyatakan protes atas penayangan acara tersebut karena alasan yang dikemukakan diatas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penayangan stasiun televisi anda bertitel ExtremeKuliner yang ditayangkan setiap hari sabtu pukul 10.30 dan minggu pukul 20.30 sangatlah tidak berbasis pendidikan dan konservasi. Media anda sebagai penyalur berita harusnya berdasar fakta dan data yang mendukung. Undang-undang No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber daya alam Hayati dan Ekosistemnya sebagai perangkat hukum yang bisa menyeret anda pada keburukan dan kebobrokan moral dunia konservasi Anda. Pengeksploitasian satwa liar adalah kejahatan alam yang akan mengurangi jumlah populasi satwa di alam dan habitatnya. Sedangkan sudah jelas Anda sebagai media informasi harusnya mendukung upaya ini. </p>
<p>	Opsi Kesejahteraan Satwa adalah hal utama yang harus diperhatikan. Menunjukan kebrutalan memangsa satwa liar dengan mengkonsumsi oleh manusia didepan kamera adalah sebuah penayangan yang bertentangan dengan nilai kode etik ekologi satwa. Perlakuan kejam terhadap satwa liar yang ditayangkan sebagai hasil rekaman Anda adalah upaya buruk untuk mencegah satwa liar untuk hidup bebas di alam dan memperkosa hak kebebasan satwa untuk bertahan hidup (survive). </p>
<p>	Anda berdalih bahwa ini adalah budaya setempat, apakah anda merasa bodoh untuk mengatakan ini? Karena ini adalah praktek GENOCIDE (pemusnahan secara teratur terhadap suatu golongan bangsa) untuk bangsa makhluk hidup apapun spesies nya.</p>
<p>	Tolong pelajarilah tentang kesejahteraan satwa (animal welfare), peraturan perundang-undangan konservasi spesies (baik lokal, nasional maupun internasional, seperti UU No. 5/1990, PP No. 7/1999, PP No. 8/1999, CITES, dll) dan kaidah-kaidah konservasi keragaman hayati.</p>
<p>	Maka dengan dari ini semua, kami International Animal Rescue (IAR) Indonesia menyatakan protes atas penayangan acara tersebut karena alasan yang dikemukakan diatas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mina</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8346</link>
		<dc:creator>mina</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 22:21:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8346</guid>
		<description>aku paling gak suka nonton acara ada hewan liarnya, apalagi ada adegan mangsa-memangsa, ada manusia mempermainkan hewan, ada acara makanan dari daging ular dsb. aku juga gak suka zoo, dan seumur hidup memang gak pernah ke zoo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku paling gak suka nonton acara ada hewan liarnya, apalagi ada adegan mangsa-memangsa, ada manusia mempermainkan hewan, ada acara makanan dari daging ular dsb. aku juga gak suka zoo, dan seumur hidup memang gak pernah ke zoo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: timpakul</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8340</link>
		<dc:creator>timpakul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 08:41:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8340</guid>
		<description>kedua email tersebut belum memperoleh repon hingga saat ini.  akan lebih baik bila lebih banyak yang mengirimkan email serupa. 

untuk mengirimkan ke media lain, mungkin juga lebih baik. terima kasih atas sarannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kedua email tersebut belum memperoleh repon hingga saat ini.  akan lebih baik bila lebih banyak yang mengirimkan email serupa. </p>
<p>untuk mengirimkan ke media lain, mungkin juga lebih baik. terima kasih atas sarannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Blog Strategi + Manajemen</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8337</link>
		<dc:creator>Blog Strategi + Manajemen</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Nov 2007 08:00:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8337</guid>
		<description>Email yang amat mencerahkan. Lalu, bagaimana respon TV-TV itu? Biasanya email-email semacam ini tidak direspon dengan sungguh-sungguh oleh para pengelola TV. Kalau di-rely, bisa juga tuh responnya ditayangkan di postingan blog ini lagi. 

Akan lebih asyik mungkin, jika email-email itu dikirimkan ke media cetak (Kompas misalnya) sehingga akan lebih banyak besar gaungnya. 

Salut, anyway.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Email yang amat mencerahkan. Lalu, bagaimana respon TV-TV itu? Biasanya email-email semacam ini tidak direspon dengan sungguh-sungguh oleh para pengelola TV. Kalau di-rely, bisa juga tuh responnya ditayangkan di postingan blog ini lagi. </p>
<p>Akan lebih asyik mungkin, jika email-email itu dikirimkan ke media cetak (Kompas misalnya) sehingga akan lebih banyak besar gaungnya. </p>
<p>Salut, anyway.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jalansutera</title>
		<link>http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3.html/comment-page-1#comment-8334</link>
		<dc:creator>jalansutera</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 10:25:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://timpakul.hijaubiru.org/televisi-3/#comment-8334</guid>
		<description>postingan keren kek gini kok belum ada yang komen, ya? 

saya mendukung email yang anda kirimkan kepada dua stasiun tv itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>postingan keren kek gini kok belum ada yang komen, ya? </p>
<p>saya mendukung email yang anda kirimkan kepada dua stasiun tv itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
