berhenti terbang
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
seorang kawan di sela sebuah pertemuan berujar “tadi malam harus tiba pukul 4 dini hari, pesawat harus kembali ke tempat lepas landas karena kaca kokpitnya pecah“. sore hari ini seorang kawan mengirim pesan singkat “tasku tak ditemukan diantara deretan bagasi“.
sungguh menyedihkan. disaat eropa, arab saudi dan korea melarang mendaratkan pesawat negeri ini di wilayah mereka, kondisi pesawat dan pelayanannya tak pernah berubah di negeri ini. masih dengan keterlambatan, tertinggalnya bagasi, hingga rusaknya perangkat pesawat. hingga haruskah kemudian keamanan terbang bersama sebuah burung besi tak lagi dapat ditemukan di negeri ini.
bila kemudian memilih untuk berlayar, tak jua rasa aman hadir. badai masih menjadi penghalang. berulang kali kapal penumpang harus tenggelam ke dasar lautan. nyawa kembali pada yang mencipta. mungkin inilah cara mengurangi populasi yang lebih efektif.
tak penting berhenti terbang !











amat melelahkan mengurus bagasi yang ga tau kemana juntrungannya, berhari-hari ga kunjung dikirim maskapai yang harusnya bertanggungjwb thd keberadaan bagasi itu
biasanya ku hy membaca keluhan di surat pembaca kompas ato mendengar keluhan teman soal pelayanan buruk maskapai penerbangan, sekarang ku mengalaminya sendiri, sungguh menyebalkan..
[tanggapi]