Tobat

Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post
 |  TrackBack URI for this post

jeleklumayanbiasa ajabaguskeren banget (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Di antara ruang hijau yang tersisa di sebuah kota kayu, seorang kawan bertanya “Mungkinkah mereka yang dulunya melakukan pengrusakan lingkungan hidup, saat kemudian mereka bertobat?” Sebuah pertanyaan ini bukan pertama kali aku dengar. Sering dan berulang. Dosa-dosa yang telah diperbuat perusahaan pengrusak ekologi dan sosial-kultur komunitas lokal seolah dapat terhapus oleh sebuah pernyataan tobat.

Perjalanan panjang proses advokasi lingkungan hidup untuk mendorongkan sebuah perbaikan dalam sistem pengelolaan lingkungan hidup, memiliki sebuah ruang yang telah memperkenankan sebuah tobat pengrusak lingkungan hidup. Corporate Social Responsibility (CSR) digulirkan dan diharapkan menjadi sebuah arena pertobatan dari perusahaan yang telah dengan sengaja melakukan pengrusakan ekologi dan sosio-kultur komunitas lokal.

Dana yang terlihat tidak sedikit mengalir. Pembangunan gedung sekolah, tempat ibadah dan fasilitas umum lainnya dikumandangkan dalam gambar-gambar yang indah, buah karya seorang fotografer ternama di jagad. Bantuan air bersih beserta galon-galon besar berwarna jingga menghiasi sudut perkampungan yang terlanda krisis air bersih setelah kedatangan sebuah perusahaan. Beasiswa dan pelayanan kesehatan diagungkan sebagai wadah menggantikan hilangnya “apotek besar” bernama hutan dan sungai.

Aku mencoba meletakkan tanda positif dalam ruang kepalaku. Berpikir positif akan sebuah niat baik. “Mereka bisa bertobat dan tidak akan melakukannya lagi” Perlahan, perjalanan waktu mengungkapkan kembali sebuah hal yang inginnya ditolak dalam ruang pikir. “TELAH BERTOBAT”. Sebuah tulisan besar menempel di sela papan nama berukuran sangat besar di depan kantor perusahaan itu. Aku mencoba mengitari pagar besi yang menjadi pembatas antara perusahaan dengan rumah kawanku. Sebuah aliran air yang tak deras berwarna hitam pekat dan berbau sangat busuk berada di depan pandanganku. “Inilah tobat mereka”. Sebuah label besar, bendera berwarna hijau, namun tetap saja membagikan cairan bencana bagi manusia dan kehidupan lain di sekitarnya.

“Berilah kesempatan untuk bertobat” ujar kawan yang lain, “mereka pasti mau bertobat lagi”. Perputaran waktu akan terus bergerak. Tobat pertama telah diberikan, namun tak jua tobat itu berwujud dalam tindaknya. Berbagai penghargaan ramah lingkungan serta beragam label hijau telah diberikan oleh berbagai lembaga yang tidak hanya berlevel lokalan, namun hingga nasional dan internasional. “Lihat.. mereka kan sudah dapat pengakuan bahwa mereka sudah tobat”.

Tobat itu harus kembali diberikan. Walau secara perlahan aliran hitam pekat berbau sangat busuk itu terus mengalir. Perlahan menuju ke celah-celah aliran sungai yang setiap harinya digunakan kawanku untuk membersihkan badan. Sebagian cairan lainnya mengalir ke celah tanah, masuk ke aliran air di dalam tanah, menuju sumur-sumur tempat kawanku mengambil air untuk kebutuhan minum dan memasak makan menjelang sore hari.

Berpikir positif. Kepalaku terus mencoba bertahan agar memperoleh tanda dua garis silang berpalangan itu. “Mungkin saja mereka sedang berupaya untuk tobat”. Namun sukar sekali aku memperolehnya. Yang beredar di dasar kepala hanyalah aliran air hitam pekat berbau sangat busuk itu. Yang tetes demi tetesnya telah masuk dalam tubuh anak-anak kecil yang sedang bermain bola di tepian sungai.

Mungkin aku yang harus tobat. Tobat untuk mengatakan bahwa mereka mungkin bertobat. Tobat meyakini bahwa seorang penjahat lingkungan hidup itu pasti akan bisa bertobat. Tobat. Tak mampu lagi ruang pikirku bergerak. Aliran darah semakin lamban bergerak. Detak jantungku melemah. Tobat.

[070419]
:: diantara tanya dalam ruang sebuah pertobatan

Tukang mahalabiu

timpakul

menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan

Wadah bamamay

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word

Pian kawa makai tags XHTML nang ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>