(e)-leaderships

environment, education and information technology
Google

Archives for the ‘khayal’ Category

negeri sejuta bencana

By timpakul • May 11th, 2005 • Category: khayal

negeri ini terbuai dalam bencana
negeri ini terlelap dalam kesengsaraan
negeri ini termimpi dalam kegelisahan
tsunami
gempa
banjir
korban
korban
korban
darah
tangis
air mata
tak sadar lagi cengkraman lintah menggeliat
diantara puing-puing kematian
tawa canda kegembiraan
bersahutan diatas perihnya kerinduan
dollar
euro
yen
melahirkan dosa baru
di negeri koruptor
di negeri sejuta bencana
:: kegelisahan diantara bencana dan belas kasihan kaum industrialis



kapitalisme

By timpakul • Apr 12th, 2005 • Category: khayal

kapitalisme
kata mati
bukan aksi
kapitalisme
buyar hati
bukan mimpi
kapitalisme
menggerayang dalam bayangan
kapitalisme
bersenggama dalam kehidupan
[050412]
:: kehidupan di tengah kapitalisme



gubuk kecil itu

By timpakul • Jan 18th, 2005 • Category: khayal

gubuk kecil itu dulunya sebuah istana
didalamnya berbaur aroma kewemahan
bergelimang adat dan nafas alam
sampai tibanya aku perginya
gubuk kecil itu dulunya sebuah padepokan
didalamnya berbaur aroma kegelisahan
bergelimang mahzab dan nafas ideologi
sampai tibanya aku perginya
gubuk kecil itu kembali kecilnya
tak ada hujan membasah di atap jeraminya
tak ada ramai berbincang ternak di kolongnya
tak ada riuh cerita dari negeri seberang
gubuk kecil itu [...]



kalian hanya pendatang

By timpakul • Jan 9th, 2005 • Category: khayal

ini kerajaanku
hanya aku yang berhak kelola
hanya aku yang berhak perintah
hanya aku yang berhak eksploitasi
hanya aku yang berhak hidup
kalian pendatang
tak berhak bersuara
tak berhak berbicara
tak berhak berkata
tak berhak berteriak
walau ini bukan tempat lahirku
walau ini bukan tempat besarku
walau ini bukan tempat hidupku
tapi aku penguasa kerajaan ini
walau kalian lahir disini
walau kalian besar disini
walau kalian hidup disini
tapi kalian tetaplah pendatang
jangan [...]



duka negeri tuhan

By timpakul • Dec 26th, 2004 • Category: khayal

bertahun didera nestapa
berbulan didera derita
berhari didera luka
atjeh dikungkung oleh senjata
atjeh dikepung oleh tentara
atjeh dilanda oleh bencana
inikah serambi mekkah
inikah serambi indonesia
merdeka hanya mimpi
sejahtera hanya fatamorgana
:duka negeri tuhan
:: duka atas gempa di atjeh
[ 041126 ]



menanti bahagia

By timpakul • Dec 26th, 2004 • Category: khayal

aku takut aku tak bahagia
disaat dirimu takkan meraihnya
aku takut aku tak gembira
disaat dirimu tlah kurenggut gembiranya
aku takut aku tak tertawa
disaat dirimu slalu menangisnya
waktu akan terus bergerak
meninggalkan kelam sang masa
melewatkan hitam catatan harian
melalui ketukan langkah kehidupan
kelu lidah tak berkata
menantikan ijab kata
memasuki ruang baru dunia
menuju ranah yang hampa
hanya untuk wujudkan
mimpi mereka yang tlah
hadirkan diriku
dalam kefanaan
‘tuk menanti bahagia

:: [...]



ini sampah

By timpakul • Dec 11th, 2004 • Category: khayal

ini sampah tidak bau
ini sampah dikemas khusus
ini sampah teknologinya impor
ini sampah spesial pakai telor
ini sampah
ini sampah harus diolah
ini sampah tidak mungkin di sini
ini sampah mesti dibuang
ini sampah menjauhlah
ini sampah
air tak apalah kotor
udara tak apalah bau
tanah tak apalah kerontang
yang penting
ini sampah tidak lagi ada di dekatku
[ sampah kota - menindas jelata ]



kami hanya menjalankan perintah

By timpakul • Nov 19th, 2004 • Category: khayal

semua sesuai dengan peraturan
hukum harus ditegakkan
jangan pernah melawan
yang tidak setuju akan ditangkap
lihat kumisku ini
menyeramkan bukan?
lihat sepatu larasku ini
menyakitkan bila terkena tubuhmu
lihat kepal tanganku ini
mememarkan wajahmu dalam sekejap
lihat senjataku ini
menembus otak bodohmu
lihat pangkatku ini
memenjarakan jiwa pemberontakmu
ini perintah
kami hanya menjalankan perintah



runtuh tanah impian

By timpakul • Nov 17th, 2004 • Category: khayal

fajar fitri belum terbenamnya
tiga ratus anjing ceking telah mengais
ruang kecil tempat mencari hidup
kata maaf belum keringnya
satu pleton tikus tanah telah mengerat
bangunan tua tempat gantungkan mimpi
bahagia hati belum pudarnya
beringas kadal penguasa telah menjilat
pantat lintah setan kapital
dinding kokoh akan robohnya
remahkan pesan cinta
lupakan kata janji
kutu buku akan perginya
menjauh tanpa arah
berlayar tanpa biduk
pudar mentari cita
musnah aroma asa
runtuh tanah impian
di [...]



tawa malaikat kecil

By timpakul • Nov 14th, 2004 • Category: khayal

ia berlari menyentuh boneka kecilnya
beruang hitam pekat tak terurus
digigitnya kaki kecil beruang hitam
tak meringis ia
celoteh tak beralur
lirik tak bertuju
malaikat kecil itupun
masih tetap tertawa
tak peduli
hari ini sudah tak lagi ada
segenggam beras untuk menjadi bubur
pengganjal lambung yang makin berontak