uang: tetap kebutuhan utama
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
uang. setidaknya ini yang kembali menjadi kebutuhan utama dari beberapa kawan yang mengikuti pembelajaran jurnalistik lingkungan hidup. hal yang terjadi ketiga kalinya dalam pembelajaran yang dilalui dalam berbagai kelompok yang berbeda. geliat uang, sepertinya telah menancap terlalu dalam di pemikiran beberapa kawan. sehingga ketika ditanyakan tentang apa yang paling dibutuhkan untuk tetap hidup, yang pertama kali dituliskan adalah uang.
lalu kemudian, pembahasan menjadi meluas. sistem barter menjadi sebuah hal yang dinyatakan bisa menjadikan uang tak lagi penting. sebuah contoh yang diungkapkan adalah barter antara pisang dan susu. namun kemudian, ternyata barter antara pisang dan susu bisa menimbulkan berbagai persepsi.
membahas tentang kebutuhan hidup, ternyata selalu terperangkap pada pemikiran bahwa uang adalah raja. waktu adalah uang (seperti yang diungkap Rektor Seting Tekor Republik BBM). proses pendidikan formal selama ini telah sangat sukses menanamkan di kepala setiap individu bahwa uang adalah segalanya. yang pada akhirnya relasi sosial semakin menipis antar rakyat dan komunitas. hasilnya adalah penjajahan baru di negeri yang katanya kaya ini.








Apabila perut masyarakat mayoritas sudah kenyang, apa uang juga tetap utama ya, mas?
kalo di celetukan orang abtak ada yang bilang : hepeng do na mangatur negara on. artinya ; uang yang ngatur negara ini.
kayakny sistem yang buat hampir semua orang mikir bahwa uang memang menjadi penentu utama untuk menjamin tetap dapat hidup, di negara yang semakin tak mengenal rasa kemanusian ini.
btw, mas aku bisa dapat info mengenai pelatihan jurnalisme lingkungannya ga?
kebetulan aku lagi berencana buat skripsi tentang itu. emailku theo_ra@yahoo.com
Mohon bantuannya.