Unmul Juga Bisa #2
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Halal, Gratis, Ikhlas: Demi Anak Negeri
Universitas Mulawarman, dalam beberapa tahun terakhir menyatakan dirinya sebagai perguruan tinggi yang berperspektif internasional. Dalam kebijakan rektor, hal ini dimaknai hanya dengan meletakkan persyaratan TOEFL dalam kelulusan sarjana dan pascasarjana dari kampus ini. Tak lebih.
Dalam perkembangannya kemudian, dalam beberapa gedung di Unmul, yang saat ini telah memiliki label mungkin agar tak hilang, terdapat antena yang mengarah ke Rektorat. Bukan untuk membangun kendali, namun inilah jaringan antar komputer yang terbangun di Unmul. Bila ditelusuri kemudian Unmul memperoleh dana tak kurang dari 2 miliar rupiah untuk pengembangan teknologi informasinya untuk masa waktu 30 bulan.
Masih tak banyak yang tahu bahwa saat ini Unmul telah memiliki akses internet yang akan sangat membantu memperkuat posisi Unmul di dunia global. Bahkan segelintir staf pengajar pun masih belum merasakan manfaat dari keberadaan akses internet tersebut.
Dalam satu diskusi bebas dengan Onno W Purbo, pegiat TI Indonesia yang pernah menjadi dosen di ITB, mengenai seandainya ada uang satu miliar rupiah dan ada tugas untuk mengembangkan kecerdasan informasi di kampus, beliau mengatakan bahwa dengan uang tersebut akan membuat lomba penulisan buku, dan uangnya bisa dipinjamkan ke penerbit agar menjadikan semakin banyak anak negeri yang bisa memperoleh pengetahuan melalui buku, dan kemudian uang akan kembali utuh, bahkan mungkin lebih.
Ketika dipertanyakan lebih dalam, berapa sebenarnya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan TI di satu kampus, beliau menyampaikan bahwa ketika membangun jaringan komputer berinternet di ITB, dilakukan dengan modal Rp. 0,-. Bahkan kemudian bisa memberikan akses internet gratis kepada dua perguruan tinggi lain dan beberapa sekolah menengah di wilayah Bandung.
Ironis. Bila kemudian melihat dana pengembangan teknologi informasi (berikut digital library) di Unmul, ternyata menghabiskan dana hingga 2 miliar rupiah, tanpa berdampak luas bagi komunitas di luar Unmul. Juga ketika ternyata saat ini semakin banyak keluhan dari berbagai kalangan pengguna di Unmul berkaitan dengan kualitas jaringan yang ada.
Di salah satu fakultas, juga ditemukan kejanggalan disaat seorang dosen telah menawarkan agar membangun jaringan intranet dengan biaya yang lebih murah dengan wilayah yang lebih luas, namun ketika dana tersedia lima kali lipat, ternyata hanya bagi seperlima dari wilayah jangkauan yang ditawarkan.
Halal, Gratis dan Ikhlas
Kata yang selalu terbersit dari setiap ungkapan seorang Onno dalam diskusi bebas tersebut adalah halal, gratis dan ikhlas. Selalu berulang kata halal diucap, termasuk disaat ditanyakan tentang teknis bisa memasuki wilayah jaringan komputer bukan milik.
Gratis. Ketika Indonesia membutuhkan saluran telekomunikasi telepon yang murah dan dapat digapai oleh berbagai kalangan rakyat, Onno menawarkan VoIP Merdeka yang kemudian diperbaharui dengan VoIP Rakyat. Ketika biaya internet masih dipandang mahal di negeri ini, Onno dan persekawanannya menawarkan RT-RWNet. Termasuk ketika sebagian besar buku sebagai referensi telah menjadi barang mahal, Onno membagikan pengetahuannya melalui e-book secara gratis.
Halal. Ketika frekwensi 2,4GHz masih dianggap sebagai barang berijin oleh pemerintah, Onno menggalang dukungan berbagai pihak untuk menekan pemerintah agar memberikan kemudahan bagi penyedia jasa internet (Internet Service Provider) untuk menggunakan jalur frekwensi tersebut. Termasuk dalam penggunaan VoIP Rakyat, celah pelanggaran hukum merupakan satu pertimbangan yang diperhatikan oleh seorang Onno.
Ikhlas. Ini bagian yang sepertinya menjadi sangat sulit untuk sebagian besar manusia yang telah berpengetahuan. Seorang Onno akan sangat senang berbagi pengetahuan. Selalu yang diungkap tentang ketika berbagi pengetahuan akan ada pengetahuan yang berlipat. Dengan pengetahuan juga akan segera bangkitnya anak negeri ini untuk mengejar ketertinggalannya.
Uang Bukan Segalanya
Uang, yang selama ini dipandang sebagai sebuah penghambat terbesar bagi pengembangan sesuatu di negeri ini, telah pula dilewati oleh Onno. Pilihan berhenti menjadi dosen dengan tujuan membagikan pengetahuannya pada wilayah yang lebih luas, merupakan sebuah pembelajaran bagi para pengajar (dan pendidik) di wilayah negeri ini. Dengan menulis buku, semakin banyak yang memperoleh manfaat pengetahuan. Dengan menulis buku, ada sedikit uang untuk kebutuhan kehidupan. Termasuk ketika membangun jaringan teknologi informasi di kampusnya, dengan tanpa bermodal besar.
Lakukanlah untuk membuktikan. Ini hal yang diungkap oleh seorang Onno. Ketika tekanan Bank Dunia yang memaksa Indonesia menerima utang untuk pengembangan teknologi informasi di Indonesia, seorang Onno kemudian memaparkan tentang telah besarnya utang yang pernah diberikan sebelumnya oleh Bank Dunia yang tak menghasilkan apa-apa bagi negeri ini. Pemikiran seorang Onno, yang juga ditulis dalam harian Kompas (8/5/2006), adalah Indonesia bisa membangun tanpa utang, termasuk untuk pengembangan teknologi informasi di negeri ini.
Lebih daripada itu, uang akan tetap mengalir disaat keikhlasan dan bekerja bersama tetap dilakukan di negeri ini. Sistem barter (tukar-menukar) bukan tidak mungkin akan kembali terjadi, disaat pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis dan berkualitas telah tersedia bagi seluruh rakyat di negeri ini.
Universitas Mulawarman, sebagai satu-satunya universitas negeri di tanah berkekayaan alam melimpah, sudah seharusnya tak hanya tampil di headline media massa dengan menampilkan pengetahuan seksual semata. Bukti nyata pengetahuan Unmul sudah selayaknya ditunjukkan dengan menghiasi berbagai media di negeri ini, termasuk di toko-toko buku ataupun di jurnal internasional, dengan berbagai karya pengetahuan. Menjadi Universitas Internasional bukan hanya dengan TOEFL, Unmul harus memulai dengan menulis dan juga teknologi informasi yang murah dan berkualitas bagi seluruh mahasiswanya. [060509]








it’s ok coy
Salam kenal…
Unik juga… jarang2 yg bikin blog ngga mau ke exposed…
Tampak samping… kecil lagi… ngga ada juga profilnya
very humble…
Siapakah dirimu?alumni Unmul atau jangan2 dosen atau salah satu pejabat Unmul???
Want to know nich…???
hoho, anak unmul jurusan apa?
menyenangkan membaca buah pikiran sesama anak kaltim, huehehe..
oiah, bentar lagi hari aer… di samarinda kan suka bankjir tuh,,,
unmul jurusan gunung kelua…
kadang di bukit tertinggi… kadang di lembahnya…
ya… termasuk unmul yang suka banget banjir…
Teknologi adalah hasil ilmu pengetahuan yang tidak ternilai harganya. Namun ada baiknya kita berbagi dengan sesama tanpa memusingkan nilai timbal baliknya untuk kita. Tentang biaya, uang adalah sebatas salah satu alat bantu. Penting tapi bukan yang terpenting. Salut untuk pemikiranmu.
Salam untuk Sang Penceloteh…
aku mau masuk unmul,syukur dhe sekarang unmul makin ajiiibbb!!!! jadi nanti pas aku masuk fasilitas buat aku udah ok punya dunks!>o
jalan di kemuning tu julakai hancur coba pang dibaiki