wehea: satu lagi pembohongan publik
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
wehea. sebuah nama bagi komunitas sub suku dayak di Kutai Timur-Kaltim. belakangan, disaat sebuah lembaga konservasi internasional berada di kawasan tersebut dan menemukan 606 sarang orangutan, kemudian lembaga tersebut mengusulkan agar kawasan hutan wehea dijadikan hutan lindung. masyarakat sekitar kemudian meminta jaminan atas kehidupan mereka.
ada hal menarik, ketika ternyata lembaga konservasi tersebut membuka lowongan untuk mencari direktur eksekutif badan pengelola hutan lindung wehea. satu, karena ternyata status kawasan adalah kawasan hutan dengan tujuan khusus bukan hutan lindung. kedua, pemerintah propinsi mengalokasikan tidak kurang dari satu miliar dalam anggaran daerah. ketiga, surat rekomendasi menteri kehutanan untuk kawasan tersebut adalah suaka margasatwa. adakah ketiganya menjadi sebuah keterkaitan? pernahkah terpikirkan bahwa ternyata tetap saja kepentingan asing bermain di balik jubah kelestarian satwa? pemerintah mungkin masih bisa dibodohi. namun masih banyak rakyat yang akan mengawasinya.
lebih dalam lagi, dalam penggalian lebih dalam mengenai pergerakan masyarakat di kawasan tersebut, menjadi sebuah tanda tanya besar, berkaitan dengan program lembaga konservasi yang satu ini. karena pada kawasan lain, dengan dalih penyelamatan satwa, kemudian membuat perusahaan wisata dengan menggunakan dana pinjaman bank dunia. yang kemudian Indonesia kembali berposisi sebagai penjamin.
demikian halnya di kutai timur. dana perusahaan tambang pernah digunakan untuk kegiatan. dengan sebuah bungkus penyelamatan lingkungan, namun berujung pada pengkondusifan situasi kelokalan. banyak hal yang tidak transparan. banyak hal yang disembunyikan. pembohongan publik selalu dilakukan oleh lembaga konservasi ini. konservasi, hanya sebuah sampul muka. selebihnya, penguasaan kekayaan alam negeri. terlebih, disaat isu konservasi sedang menaiki daunnya.
haruskah pembohongan publik selalu terjadi?








ujungnya tetep duit ya mas…
Umpat bemamai jua lah “bujur tu timpakul, aku jua mendukung ikam, badusta di urang banyak, mati masuk naraka”
ah, masa? yang bener?
he..he..he…
kapan ngobroooooooooolllllnya bosssss???
ikam pina sulit banar kucarii…
uyuh, nah!