Yogya: Tradisi-Modernitas-Intelektual-Kreatifitas
By timpakul • 6 Dec 2005 • Category: celoteh [
] -
205 dilihat
Blogsphere: TechnoratiFeedsterBloglinesLintas Berita
Bookmark: Del.icio.usSpurlFurlSimpyBlinkDigg
RSS feed for comments on this post | TrackBack URI for this post
Menikmati Kota Yogya, menikmati sebuah kumpulan nilai. Tradisi, modernitas, intelektual, kreatifitas. Setidaknya empat hal ini yang berada di dalam ruang kota Yogya. Sebuah garis dari Merapi hingga Laut Selatan dengan titik tengah Keraton Yogya, tak pernah terpikirkan sebelumnya sebagai sebuah ruang pemikiran yang didalamnya seharusnya terdapat berbagai nilai. Setidaknya ini yang ada dalam bayang kepala ini.
Dari puncak Merapi. Nilai tradisi masih sangat melekat. Sebuah rutinitas untuk tetap menjaga nilai ekologi dari sebuah kawasan. Pemanfaatan terbatas dari sebuah kawasan yang memberikan anugerah pangan bagi rakyat di sekitarnya, yang menopang kehidupan Kota Yogya dan sekitarnya. Memberikan kesempatan bagi air untuk dapat tertabung bagi kepentingan di musim kemarau. Memberikan ruang kehidupan sempit bagi makhluk hidup lainnya. Taman Nasional bukan tak layak baginya.
Kampus UGM. Kawasan pendidikan. Ruang intelektualitas. Bergelut diantara modernitas dan tradisi. Kepentingan kapital telah menguasai. Pemikiran yang telah terbeli. Kesejarahan menjadikan penyempitan ruang kreatifitas. Kepekaan sosial menjadi bagian terkecil.
Mural. Kebebasan ekspresi. Memberikan warna. Membangkitkan gairah. Tugu. Geliat kereta. Geliat pekerja malam. Percepatan transportasi.
Malioboro. Antara nilai tradisi dan modernitas. Pergulatan antara kepentingan bisnis, pariwisata, dan etalase budaya. Pertarungan antara kapital dan geliat kreatifitas. Tercepat dalam pembajakan. Tidak ada hak atas kekayaan intelektual. Berpacu diantara sempitnya ruang mencari kehidupan.
Alun-alun. Tempat parkir bawah tanah. 63 batang pohon beringin. Pergulatan antara kemajuan, ruang publik, sejarah. Keraton. Bertahan diantara tradisi dan modernitas. Kesejarahan. Antara republik dan kerajaan. Etalase budaya. Tak berlakunya hak pekerja. Pengabdian. Keikhlasan. Sebuah pengharapan nilai tak berwujud.
Yogya. Kota segala ada. Magnet dunia. Ruang bercermin.
timpakul is menatap aliran air di tepi karangmumus pada sebuah tapak kaki dalam ruang kehidupan
Email this author | All posts by timpakul











